Tak Ada Tanda-tanda Musibah, Penglepasan Jemaah Calhaj Berjalan Lancar

oleh -
Salah satu calon haji meminta diri untuk meninggalkan Kota Sukabumi sementara waktu selama berada di Tanah Suci kepada Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Musibah yang terjadi pada bus jemaah calon haji (calhaj) di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi tidak disangka-sangka oleh masyarakat yang hadir di sana. Soalnya, prosesi acara penglepasan jemaah calon haji yang digelar sebelumnya berjalan dengan lancar. Para awak bus yang akan membawa para calon haji tampak dalam keadaan siap untuk menjalankan tugasnya.

banner 970x90

“Ini musibah. Kami prihatin dan berduka cita atas musibah yang menimpa keluarga para calon haji di Gedung Juang,” kata Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi setelah menghadiri pemakaman Hani Shafiy Tsaniya Hasani, korban meninggal dunia pada musibah bus jemaah calhaj yang menabrak pagar Gedung Juang 45, Rabu (17/7/2019) di Perum Baros Kencana.

Pada acara penglepasan jemaah calhaj itu, wali kota memberangkatkan  278 orang calhaj asal Kota Sukabumi dari Gedung Juang 45, Selasa (16/7/2019) sore menjelang petang. Para calhaj itu  tergabung dalam Kloter 37 JKS. Setelah acara penglepasan itulah musibah terjadi, bus Nuansa Ilham menabarak pagar yang reruntuhannya menimpa 5 orang pengantar calhaj.

BACA JUGA……

Korban Tewas dalam Musibah Bus Jemaah Calhaj Baru Pulang MPLS di SMPN 5

Wali Kota Hadiri Pemakaman Korban Bus Jemaah Calhaj

Pelepasan dan pemberangkatan para calon haji dipimpin wali kota yang hadir bersama Wakil Wali Kota Sukabumi, Andri Setiawan Hamami; Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro; dan Dandim 0607 Kota Sukabumi Letkol Kav Mujahidin.

”Haji adalah ibadah unik karena tidak semua orang berkesempatan untuk melaksanakannya,” ujar Fahmi dalam amanat kepada para calon haji yang berkumpul di dalam Gedung Juang 45.  

Seseorang bisa menunaikan iabdah haji, lanjut dia,  bukan berdasarkan kriteria atau kategori miskin atau kaya maupun sehat atau tidak sehat. Tidak semua orang yang punya uang pasti bisa berangkat ibadah haji, begitu juga tidak semua orang miskin tidak bisa menjalankan Rukum Islam yang kelima tersebut.

“Orang Islam bisa berangkat ke Tanah Suci untuk beribadah haji karena diundang langsung oleh Allah SWT. Oleh karena itu bersyukurlah mereka yang bisa berhaji tahun ini karena telah mendapatkan kesempatan yang luar biasa setelah menunggu selama bertahun-tahun,” kata Fahmi.

Intinya, ujar dia, haji adalah undangan dari Allah SWT. Laksanakan ibadah haji dengan sebaik-baiknya sesuai yang diajarkan dalam manasik haji, pinta wali kota. (*)

Print Friendly, PDF & Email