Korban Tewas dalam Musibah Bus Jemaah Calhaj Baru Pulang MPLS di SMPN 5

oleh -
Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi (kanan, keempat dari belakang) bertakziah ke rumah Hani Shafiy Tsaniya Hasani di Perumahan Baros Kencana. Hani meninggal dunia pada kecelakaan bus jemaah calon haji di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Korban tewas dalam musibah bus cadangan pengangkut jemaah calon haji (calhaj),  Hani Shafiy Tsaniya Hasani merupakan siswa kelas VII SMPN 5 Kota Sukabumi. Ketika musibah terjadi, Hani baru saja meninggalkan lokasi MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) di sekolahnya. 

banner 970x90

“Almarhum adalah lulusan SDN Baros Kencana CBM. Dia diterima di SMPN 5 melalui jalur prestasi karena memiliki bakat menari,” kata Embar Sanubari (24 tahun), sepupu korban, kepada wartawan, Rabu (17/7/2019).

Hani berada di lokasi penglepasan jemaah calon haji asal Kota Sukabumi untuk mengantar neneknya Winangsih (66) yang akan menunaikan ibadah haji. Korban merupakan putri pasangan Hasan Lutfi dan Evi Marlina, anak kedua dari tiga bersaudara.

“Almarhum enggan pulang ke rumah, dia memaksa ingin mengantar neneknya berangkat haji,” jelas Embar.

Pada musibah itu, Hani mengalami luka serius di bagian kepala. Anak periang kelahiran 2006  ini sudah ditangani dengan sungguh-sungguh oleh tenaga medis di RSUD R. Syamsudin, S.H. Namun karena lukanya sangat parah, nyawa Hani tidak dapat diselamatkan.

Sejak tadi malam sampai pagi hari, rumah duka di Jalan Safir IV Nomor 152  RT 002 RW 011 Perum Baros Kencana, Kelurahan Baros, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi dipenuhi para kerabat dan tetangga yang melayat, termasuk Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi. Rencananya jasad Hani akan dimakamkan siang ini.

Seperti ramai diberitakan di media, bus jemaah calon haji mengalami kecelakaan saat meninggalkan Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, Selasa (16/7/2019) sekitar pukul 18.00 WIB.

Ketika itu, bus terakhir yang merupakan bus cadangan dari PO Nuansa Ilham bernopol F 7512 SF  keluar melewati pintu gerbang Gedung Juang 45 untuk masuk ke Jalan Veteran II. Namun tanpa diduga bagian kanan belakang bus menyerempet pagar tembok yang mengakibatkan pilar pagar rubuh.  

Material bangunan  yang runtuh menimpa lima orang yang berdiri di sekitar gerbang, salah satunya Hani, sementara empat orang lainnya mengalami luka pada kepala, tangan, kaki, dan punggung.  

Para korban langsung dibawa ke RSUD R. Syamsudin, S.H. Adapun empat korban yang mengalami luka-luka terdiri dari Dedeh (44), Aska (3), Rika Handayani (33), dan Yeni Rohayani (40). Semuanya berasal dari Desa Undrus Binangun, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi.  

Polisi telah menahan sopir bus berinisial ER dan mengamankan kendaraan yang menabarak pagar di depan Kantor Samsat Kota Sukabumi. (*)

Print Friendly, PDF & Email