Naik Terus, Harga Telur Ayam Ras Sudah Menyentuh Rp27 Ribu

oleh -
Salah seorang pedagang telur eceran di Pasar Pelita Kota Sukabumi.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Selepas Idul Fitri 1441 Hijriyah, duet daging dan telur ayam ras secara perlahan dan bersama-sama harganya terus bergerak naik. Sebelum bulan Ramadhan ketika kawasan Jabodetabek memberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), harga daging ayam ras di kisaran Rp25 ribu dan telur ayam ras di bawah Rp20 ribu perkilogram.

banner 970x90

Sekarang, harga daging ayam Rp42 ribu perkilogram dan harga telur ayam ras terus naik hingga mencapai Rp27 ribu perkilogram. Beberapa hari sebelumnya harga telur ayam masih di kisaran Rp24 ribu perkilogram.

Kabid Perdagangan pada Dinas Koperasi, Perdagangan, dan Perindustrian (Kopdagrin) Kota Sukabumi, Heri Sihombing kepada wartawan, Rabu (17/6/2020) menjelaskan, kondisi sekarang kenaikan harga telur ayam seiring dengan kenaikan harga telur ayam ras.

Penyebabnya tiada lain permintaan terhadap dua komoditas ini naik sementara persediannya relatif tetap.

“Saat ini harga telur dan harga daging ayam ras naik secara bersamaan. Hal ini membuat kaget masyarakat, khususnya warung-warung kecil yang menjual telus secara eceran,” kata Heri.

Banyak warga yang keheranan dengan harga telur ayam tersebut. Kenaikannya cepat sekali, tidak terasa tiba-tiba sudah di atas Rp25 ribu perkilogram.

Sebelum bulan Ramadhan, para peternak tidak bisa mengirimkan sebagian produknya ke kawasan Jabodetabek akibat PSBB sehingga daging ayam dan telur membanjiri pasar-pasar di Sukabumi. Harga pun otomatis turun.

Setelah pasar di Jabodetabek terbuka, para peternak dapat leluasa mengirimkan daging dan telurnya ke kawasan tersebut. Otomatis persediaan di Sukabumi menurun drastis, harganya pun melambung. (*)  

Print Friendly, PDF & Email