Bermodalkan Dana BKK, Pemdes Cijengkol Membangun Aula Desa Berlantai Dua

oleh -
Para pekerja pembangunan aula balai desa di Desa Cijengkol, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi siap mewujudkan bangunan aula berlantai dua.

Wartawan  Joko Samudro

Manfaat dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) di tengah maraknya wabah Covid-19 sangat besar bagi kemajuan desa. Ketika pemerintah desa (pemdes) harus menyalurkan sebagian Dana Desa (DD) untuk bantuan langsung tunai (BLT) bagi warga terdampak wabah Covid-19, BKK menjadi angin segar bagi desa untuk meningkatkan pembangunan prasarana.

banner 970x90

Di Desa Cijengkol, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, dana BKK digunakan untuk membangun aula agar lebih lebih layak dan representatif sebagai tempat rapat dan pelayanan publik. Berbekal dana BKK sebesar Rp50 juta, desa yang menyandang predikat Desa Digital karena inovasinya di bidang teknologi informatika itu ‘nekat’ membangun aula desa dua lantai.

“Kami siap membangun aula desa berlantai dua dengan dana dari BKK sebesar Rp50 juta. Rencana ini tentu tergolong nekat karena dana sebesar itu tidak akan mencukupi untuk menyelesaikan pembangunan dengan volume dan spek seperti itu,” kata Kepala Desa Cijengkol, Haer Suhermansyah kepada wartawan, Rabu (17/6/2020).

Namun, ujar Haer, walaupun nekat, dia yakin, Pemdes Cijengkol dapat menuntaskan pembangunan aula desa tersebut. Sebabnya, pembangunan akan didukung oleh masyarakat serta dana lain yang akan dianggarkan untuk menyelesaikan pembangunan.

“Lagi pula, kami sangat membutuhkan aula balai desa tersebut. Jadi, bagaimanapun kondisinya, kami harus menyelesaikan pembangunan aula balai desa. Pembangunannya tidak boleh terkatung-katung,” ujar Haer.

Pembangunan aula balai desa di Cijengkol sudah mulai memasuki tahap pembongkaran bangunan utama. Kegiatan selanjutnya mengerjakan dinding dan konstruksi lantai 2.

Atas terlaksananya pembangunan aula balai desa, Kades Haer menyampaikan terima kasih kepada Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami yang telah menyalurkan BKK kepada desa yang dipimpinnya. Haer mengakui, perhatian bupati terhadap pembangunan dan kemajuan desa sangat tinggi.

“Tanpa adanya dana BKK, pembangunan aula balai desa akan tertunda terus. Sekarang kami bisa memulainya. Ini berkat kebaikan Pak Bupati yang telah menyalurkan dana BKK ke desa kami. Untuk itu, kami menyampaikan terima kasih kepada Pak Bupati,” tutur Haer. (*)      

Print Friendly, PDF & Email