Minajaya, Pantai yang Lahir pada Masa Konfrontasi dengan Malaysia

oleh -
Pemandangan eksotik dari arah bibir Pantai Minjaya di Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi.

Wartawan Aep Saepudin (KOWASI)

Selain Pantai Palabuanratu dan Ujung Genteng yang sudah menasional bahkan mendunia, masih ada pantai nan indah dan ciamik yang dimiliki Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, salah satunya Pantai Minajaya. Pantai yang disebutkan terakhir memang belum dikenal dunia, tapi keindahannya tidak kalah menawan dibandingkan pesisir lainnya.

Lokasi Pantai Minajaya berada di Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Akses menuju pantai ini sangatlah mudah. Jika ditempuh dari pusat Kota Sukabumi, Pantai Minjaya berjarak kurang lebih 125 kilometer.

Ada dua akses utama yang bisa ditempuh dari arah Kota Sukabumi. Pertama melalui jalur Palabuanratu melewati Bagbagan, Loji, Puncak Darma, Palangpang, Ciracap, dan Surade. Jalur kedua melewati Pasar Pangleseran, Jampangtengah, Kiaradua, Jampangkulon, dan Surade. Selain itu terbuka akses melalui Sagaranten. 

Dari pusat keramaian Surade, Pantai Minajaya berjarak kurang lebih 6 kilometer. Kondisi jalan menuju pantai tersebut lumayan bagus. Pengunjung bisa memarkirkan  kendaraan pribadi tepat di bibir pantai. Begitu juga tiket masuknya cukup murah dan terjangkau oleh kantung kebanyakan warga.

Jika pantai sedang surut, pengunjung bisa berjalan ke tengah laut sambil mengatur langkah di antara karang dan rumput laut. Tidak jarang pengunjung mengambil agar-agar laut yang banyak tumbuh di sela-sela karang.

Pada saat air surut, pinggiran Pantai Minjaya bisa dijelajahi pengunjung sambil  mencari tumbuhan dan hewan laut.  

“Alhamdulillah Bupati Sukabumi, Pak Haji Marwan Hamami sangat serius mendorong sektor pariwisata. Beberapa waktu lalu rombongan Pak Bupati tiba di Pantai Minajaya, kami semua membahas pengembangan sektor pariwisata,” kata Sekretaris Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Nuryaman ketika ditemui di Pantai Minajaya, Senin (17/6/2019).

Sebagai desa yang wilayahnya mencakup Pantai Minajaya, pemerintahan dan warga Desa Buniwangi sangat memperhatikan keadaan objek wisata tersebut. Ke depan, ujar Nuryaman, masyarakat dan pemuda akan melakukan pembenahan di beberapa titik, salah satunya jalan di sekitar pantai untuk membuat pengunjung bisa nyaman.

Ditemui Pantai Minajaya, Isan (25) salah satu pengunjung asal Bandung mengaku puas dengan pemandangan alam di sekitar pantai tersebut, umumnya di Kabupaten Sukabumi.

“Saya ke sini diajak teman. Dari Bandung berangkat hari Sabtu melewati Palabuanratu. Tadi malam menginap di pantai. Luar biasa memang keadaan Sukabumi ini. Pantainya tenang, juga udara Minajaya tidak terlalu panas karena masih banyak pepohonan,” tutur Isan.

Pantai indah yang mengesankan ini awalnya bernama Pantai Kutamara. Sejak tahun 1964 namanya berubah menjadi Pantai Minajaya. Perubahan nama itu bermula saat masyarakat di sekitar Pantai Kutamara dikejutkan dengan kedatangan sebuah kapal besar menuju ke pesisir pada 12 April 1964.

Warga sekitar menyangka kapal tersebut merupakan kapal perang dari Malaysia yang sengaja menyerang Indonesia dari arah selatan. Saat itu sedang gencar-gencarnya dikumandangkan konfrontasi oleh Indonesia kepada Malaysia sebagai bagian dari perlawanan terhadap neokolonialisme.

Namun akhirnya diketahui bahwa kapal yang datang tersebut adalah kapal ikan yang kehabisan bahan bakar di tengah laut sehingga terombang-ambing dan terdampar ke pesisir Pantai Kutamara. Posisi terdamparnya sekitar 300 meter dari bibir pantai. Pada badan kapal tertulis kode lambun Minajaya 2.

Selanjutnya nama Minajaya ini menjadi populer atau viral pada zamannya sehingga tanpa disadari penyebutan nama Pantai Kutamara berubah secara bertahap. Sejak itu lahirlah Pantai Minjaya. (*)

Print Friendly, PDF & Email