Pengusaha Baso Tusuk Kehilangan 75 Persen Omset

oleh -
Baciang (kiri) tetap mempertahankan usahanya sebagai pembuat baso tusuk berbahan dasar ikan laut untuk menyelamatkan para pekerjanya.

Wartawan M. Ridwan Cangehgar

Berjangkitnya Covid-19 di Indonesia berdampak serius kepada kalangan pelaku usaha kecil seperti produsen baso tusuk dan baso goreng. Sejak merebaknya Virus Corona, pengusaha baso tusuk ini kehilangan omset penjualan sampai 75 persen sehingga kapasitas usaha mereka tinggal 25 persen.

banner 970x90

“Pada masa normal, dalam satu hari saya menghabiskan bahan baku berupa ikan laut sebanyak 200 kilogram. Sekarang setelah ada wabah, saya hanya menghabiskan 50 kilogram ikan laut. Jadi tinggal seperempatnya atau 25 persen,” kata pengusaha baso tusuk, Ujang Dendi yang sering disapa Baciang saat ditemui di pabriknya di Kampung Nyalindung, Desa Pasirsuren, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Minggu (17/5/2020).

Penurunan kapasitas produksi itu, ujar Baciang, penyebabnya tiada lain wabah Virus Corona. Setelah ada Corona, banyak orang kehilangan penghasilan sehingga daya beli mereka menurun. Jika biasanya mereka bisa menyisihkan uang untuk membeli baso tusuk atau penganan lainnya, sekarang dari kebanyakan warga, jangankan untuk membeli makanan ekstra, bahkan untuk membeli makanan pokok pun kesulitan.

Posisi finansial saat ini bagi pengusaha kecil seperti Baciang, pemasukan dan pengeluaran uang sudah tidak seimbang. Besar pasak daripada tiang. Namun Baciang tetap mempertahankan bahtera usahanya karena merasa kasihan kepada para karyawan.

“Para pekerja di tempat saya punya keluarga yang harus dibiayai dan ditutup kebutuhannya. Apalagi sebentar lagi Lebaran, mereka membutuhkan uang yang cukup besar. Karena itu saya tetap menjaga agar perusahaan ini tetap jalan,” tuturnya. 

Baciang memasarkan produknya ke berbagai daerah di Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, dan Bogor. Baso tusuk bikinannya cukup terkenal karena rasa dan kelezatannya membuat orang ketagihan.

“Kami mengharapkan wabah Corona cepat berlalu supaya kehidupan kembali normal,” ungkap Baciang. (*)  

Print Friendly, PDF & Email