Di Tengah Masa Pandemi, Kaum Hawa Tetap Memburu Mukena

oleh -
Pemilik butik Rumah Dannis Sukabumi "Mama Icha", Imas Sadiyah (kiri) selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk para pelanggannya.

Wartawan Iyus Firdaus PWI  

Imbauan pemerintah daerah agar masyarakat tidak menggelar shalat Idul Fitri 1441 Hijriyah di lapangan pada tahun ini tidak membuat surut minat kaum hawa untuk berburu mukena. Saat ini salah satu mukena yang menjadi idola ibu-ibu adalah merek Maliqa  yang dijual di Rumah Dannis Sukabumi “Mama Icha”.

banner 970x90

Penjualan mukena Maliqa di Rumah Dannis Mama Icha yang beralamat di  Jalan Bhayangkara, Ruko Barkenz Blok N Kota Sukabumi terus meningkat dari hari ke hari sejak awal bulan Ramadhan. Pemilik Rumah Dannis Mama Icha, Imas Sadiyah mengatakan, pembeli Maliqa tidak hanya dari Sukabumi, tapi juga banyak dari luar daerah.

“Walau harus sholat Ied di rumah, kebanyakan para pelanggan setia kami lebih memilih mukena Maliqa untuk foto selfi agar terlihat anggun, cantik, dan eksis,” kata Imas ketika ditemui di butiknya, Minggu (17/5/2020).

Mukena Maliqa terbuat dari bahan kain yang lembut dan licin. Perangkat shalat ini membuat nyaman dan enak bagi pemakainya. Harganya dibandrol mulai dari Rp565 ribu.  

Selain merek Maliqa, Imas juga menyediakan mukena merek Dannis dan Alaysia.  Kebanyakan pelanggan lebih menyukai mukena berbahan katun yang bahan dasarnya kapas. Alaysia juga dijadikan mereka untuk kerudung dengan aneka model dan motif.  

Merebaknya pandemi Covid-19 berdampak terhadap omset Rumah Dannis Sukabumi “Mama Icha”, lanjut Imas. Sejak muncul serangan Virus Corona, omset usaha Imas turun hingga 50 persen. Untunglah, Imas tidak kehilangan pelanggan setianya termasuk keluarga yang memburu  busana muslim merk Dannis yang menggunakan konsep sarimbit atau bermodel sama untuk satu keluarga.

Selain melayani direct selling, Imas juga melayani penjualan secara online dengan omset hampir 60 persen dari keseluruhan omset. Penjualan melalui daring internet sangat efektif untuk menghindari kerumunan di butiknya.

“Penjualan lebih banyak online setiap harinya. Kami mengirimkan produk yang membeli secara online ke berbagai kota seperti Bekasi, Tasikmalaya, Pandeglang, Banjaran, dan Garut,” tuturnya.  

Pemasaran produk dilakukan oleh Imas melalui media sosial, mulai dari Facebook, Instagram, dan WhatsApp dengan akun miliknya dan karyawan. (*)

Print Friendly, PDF & Email