Kicauan Warga Palasari Terkait Bid’ah Tuntas di Meja Musyawarah

oleh -
Proses mediasi untuk mengklirkan pernyataan bid’ah yang dilontarkan Dadang bin Mumuh (ke-5 dari kanan) dihadiri Asep Sopyan (Kades PDI, baju putih), Yus Pribadi (ke-1 dari kanan, Kasi Trantib Kecamatan Caringin), Ade Setiawan (ke-2 dari kanan, Ketua DMI Caringin), Bhabinkamtibmas, Babinsa, Ketua MUI Desa PDI, dan tokoh masyarakat setempat.

Wartawan Usep Mulyana

Kicauan Dadang bin Mumuh warga Kampung Palasari, Desa Pasir Datar Indah (PDI), Kecamatan Caringin, Kabupaten Sulabumi di media sosial yang menyebutkan amalan-amalan ibadah tertentu sebagai bid’ah  memancing reaksi keras warga. Pendapat Dadang tersebut dianggap bertentangan dengan keyakinan sebagian besar warga Desa PDI.

Agar kegaduhan tidak berlarut-larut, Kantor Kecamatan Caringin dan Pemdes PDI menggelar musyawarah dan dialog yang menghadirkan Dadang. Pada musyawarah yang digelar di Balai Desa PDI, Selasa (15/10/2019) itu, Dadang mengakui perbuatannya.

Setelah dicecar sejumlah pertanyaan dalam forum mediasi itu, dia mengakui dirinya berasal dari firqoh ajaran yang tidak mengenal adanya  tahlil, tawasul, dan kegiatan peringatan hari besar keagamaan lainnya. Firqoh yang dianutnya  juga menolak shalat berjamaah dengan orang Islam yang tidak sealiran.

Di depan pimpinan desa, Dadang minta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Persoalan pun clear di meja musyawarah. Kegaduhan langsung reda.      

“Lewat forum ini, kami hadirkan orang tersebut untuk menjelaskan duduk persoalan yang sebenarnya. Ternyata apa yang disangkakan masyarakat selama ini terbukti dan yang bersangkutan telah mengakuinya,” kata Kepala Desa PDI, Asep Sopyan setelah mengikuti musyawarah.

Sementara itu, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Caringin, Ade Setiawan yang hadir pada pertemuan mengatakan, pernyataan yang disampaikan Dadang merupakan sikap pribadi. Peserta musyawarah telah memaafkannya dengan syarat yang bersangkutan tidak mengulangi perbuatannya.

“Dia dia tidak boleh memaksakan keyakinannya kepada orang lain. Saya berpesan agar sesama umat Islam harus saling menghormati dan menghargai. Tidak boleh lagi terjadi, satu golongan mengkafirkan dan merendahkan golongan yang lain,” ujar Ade. (*)

Print Friendly, PDF & Email