Disducapil Buka Akses Data Kependudukan Lewat Si Mantap

oleh -
Kepala Disdukcapil Kota Sukabumi, Iskandar Ihfan (kiri) berjabat tangan model komando dengan Kepala Satpol PP Kota Sukabumi, Yadi Mulyadi setelah penandatanganan kerja sama pemanfaatan data kependudukan disaksikan Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi (paling kiri).

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Sukabumi meluncurkan inovasi dalam upaya pendayagunaan data kependudukan yaitu Si Mantap (Sistem Pemanfaatan Data Kependudukan). Dengan inovasi ini, Disdukcapil membuka kesempatan kepada semua perangkat daerah untuk mengakses data kependudukan.

Kepala Disdukcapil Kota Sukabumi, Iskandar Ihfan kepada wartawan, Rabu (16/10/2019), menerangkan, Si Mantap merupakan amanat UU Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan. Berdasarkan UU ini, data kependudukan yang dipelihara oleh Disdukcapil bisa dimanfaatkan oleh perangkat daerah lainnya untuk mendukung pelaksanaan tupoksi perangkat daerah bersangkutan.

“Untuk mendapatkan data kependudukan, SKPD harus memohon dulu ke Pak Wali Kota sebagai pemangku data. Apabila disetujui oleh Pak Wali Kota, kami akan menindaklanjuti permintaan tersebut dan dibuatkan kerja sama pemanfaatan data kependudukan,” jelas Iskandar.

Data kependudukan itu milik negara dan bersifat privasi dan  konfidensial atau rahasia, ujar dia. Karena itu penandatanganan kerja sama pemanfaatan data kependudukan harus disaksikan oleh kepala daerah. Dalam kerja sama tersebut, kata Iskandar, para pihak harus menjaga data kependudukan dengan baik.  

“Saat ini kami fokus pada tiga SKPD yakni Dinkes, Diskominfo, dan Dinas Pertanian. Kerja sama Si Mantap dengan tiga perangkat daerah tersebut berjalan mantap dan terus dimonitor oleh kami untuk mengetahui kekurangan dalam sistem,” ujar dia.

Diskominfo dapat memanfaatkan Si Mantap untuk mendukung program Super yaitu aplikasi untuk menyampaikan aduan, keluhan, dan laporan kepada pemda. Dengan Si Mantap, Diskominfo dapat memastikan, warga yang menyampaikan laporan benar-benar penduduk Kota Sukabumi karena dia harus mencantumkan nama, NIK, dan alamat.

“Nantinya Diskominfo akan memberikan data balik tentang warga yang menyampaikan laporan,” ujar Iskadar. 

Adapun kerja sama dengan Dinas Kesehatan, data kependudukan digunakan untuk rekon medis warga yang berobat ke puskesmas. Data tersebut berupa  riwayat penyakit hingga obat yang diterima oleh warga Kota Sukabumi. Dari kerja sama ini,  Disdukcapil akan menerima data rekam medis warga Kota Sukabumi. 

“Kerja sama dengan Satpol PP bisa mendata pelaku tindak pidana ringan berdasarkan nama, NIK, dan alamat. Nantinya Satpol PP akan memberikan data balik kepada kami berupa data warga yang ditegur akibat tipiring,” jelas Iskandar.

Dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, kerja sama Si Mantap mencakup data warga yang sering berkunjung ke perpustakaan dan jenis buku yang sering dibaca. Data ini dapat membantu pengelola perpustakaan untuk menentukan jenis buku yang perlu ditambah.  Data kebalikan untuk Si Mantap nantinya diterima oleh Disdukcapil. 

Si Mantap juga bisa digunakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam proses Pendaftaran Peserta Didik Baru secara online. Dinas Sosial juga butuh data kependudukan untuk mendata warga miskin dan penduduk tidak miskin, Disnaker untuk mendata jumlah pengangguran, dan Dinas Pertanian untuk mendata jumlah petani.

Data balikan dari SKPD, ujar Iskadar, akan diolah dan dijadikan  bahan bagi wali kota, wakil wali kota, sekda, dan instansi yang membutuhkan untuk perumusan dan pemecahan masalah terkait penongkatan pelayanan di Kota Sukabumi. Pokoknya dengan inovasi Si Mantap, Iskandar dan jajarannya  ingin memberikan pelayanan yang membahagiakan semua pihak.  

“Pada intinya kami akan menjadi juragan data dari Si Mantap. Dalam sistem ini, SKPD satu dengan yang lainnya tidak bisa saling melihat data yang dibuat. Hanya Disdukcapil dan perangkat daerah bersangkutan yang dapat melihat data yang digarap untuk kerja sama Si Mantap,” jelas Iskandar. (*)

Print Friendly, PDF & Email