Kadisnakertrans Dorong Pengrajin Tanduk untuk Optimis

oleh -
Pembukaan pembekalan bagi pengrajin tanduk dihadiri para penggiat dan pejabat, dari kiri ke kanan Dadang Tapiana (Kasi Perluasan Tenaga Kerja), Khusyairin (Kabid Penempatan Tenaga Kerja), Dadang Budiman (Kadisnakertrans), Arid Ahmad Ridwan (Pjs Kades Sukaraja), dan Sobar (staf Ribka Tjiptaning).

Wartawan Usep Mulyana

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Kabupaten Sukabumi, Dadang Budiman mengajak para pengrajin tanduk untuk selalu tetap optimis. Di tengah kesulitan zaman seperti sekarang ini, Dadang mendorong mereka mesti sabar dan terus meningkatkan produktivitas.

banner 970x90

Imbauan Dadang tersebut disampaikan saat membuka pembekalan kegiatan penciptaan wirausaha baru melalui pemberdayaan tenaga kerja mandiri (TKM) untuk kelompok pengrajin tanduk di Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Senin (16/9/2019). Dengan optimis dan sabar, ujar Dadang, para pengrajin tanduk dapat bertahan, bahkan meningkatkan kapasitas usahanya.

“Pelatihan ini merupakan bantuan dari pemerintah. Para pengrajin tanduk hendaknya memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya untuk menunjang kesinambungan usaha dan kehidupan keluarga,” kata Dadang.

Melalui kegiatan pembekalan tersebut, lanjut dia, diharapkannya para pengerajin tanduk di Sukaraja dapat semakin maju dan berkembang sebagai TKM dan wirausaha tangguh. Kebijakan pemerintah yang berlaku saat ini, ujar Dadang, difokuskan untuk memajukan dan menggali potensi desa, termasuk pemberdayaan kalangan pengrajin.

“Saya ini memiliki memiliki ikatan emosional dengan para pengrajin tanduk karena saya termasuk penggemar hiasan yang bebahan baku tanduk. Saya suka hiasan segala jenis tanduk, baik dari kambing, uncal, kerbau, atau sapi. Produk tanduk terbaik di Sukabumi ada di Kampung Inggris Sukaraja,” tutur Dadang.

Sementara Pjs. Kades Sukaraja, Arid Ahmad Ridwan mengatakan,  pengrajin tanduk di desanya dapat bertahan sejak dulu karena selalu berinovasi dan berkreasi. Arid mengharapkan pelatihan yang diikuti para pengrajin tanduk memiliki dampak langsung bagi kemajuan usaha mereka.

Ditemui di tempat pembukaan pembekalan, ketua kelompok pengrajin tanduk Rama Putra,  Mamat Kasim yang berasal dari Kampung Inggris menjelaskan, saat ini kelompoknya membina 30 orang pengrajin tanduk. Mamat mengawali usaha kerajinan tanduk pada tahun 1976 pada zaman Kabupaten Sukabumi dipimpin oleh Bupati Anwari.  

“Kami memasarkan kerajinan tanduk hingga ke luar provinsi.  Produk kami menyebar ke berbagai daerah seperti Surabaya,  Yogyakarta, Bali, dan Batam,” kata Mamat. 

Staf anggota DPR RI Ribka Tjiptaning, Sobar yang hadir pada pembukaan kegiatan tersebut mengatakan, bantuan berupa pelatihan dapat menunjang produktivitas dan kreativitas para pengrajin tanduk. Sobar mengatakan, Ribka menyampaikan pesan kepada kelompok pengrajin tanduk Rama Putra agar tetap menjaga semangat dan bekerja keras untuk meningkatkan taraf hidup keluarga. (*)

Print Friendly, PDF & Email