Dipicu Puntung Rokok, Rumah dan Kilang Kayu Dilahap Si Jago Merah

oleh -
Kobaran api yang mengamuk di Kampung Cikondang RT 10 RW 01 Desa Sukatani, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi menghanguskan satu unit rumah dan pabrik penggesekan kayu.

Wartawan Dicky Sopyan

Diduga akibat puntung rokok, api menghanguskan satu rumah milik warga dan kilang kayu di Kampung Cikondang RT 10 RW 01 Desa Sukatani, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Minggu (15/9/2019) sekitar pukul 20.00 WIB. Amukan api tersebut membuat warga panik dan kalang kabut. Penghuni rumah yang berdekatan dengan lokasi kebakaran langsung berhamburan ke luar rumah.

banner 970x90

“Memang belum bisa dipastikan penyebab munculnya api yang membakar rumah dan tempat penggesekan kayu. Tapi saya dengar-dengar penyebab api diduga akibat puntung rokok yang dibuang secara sembarangan. Mungkin api berasal dari puntung rokok tersebut,” kata Dendi Iking (40), warga Kampung Leuwicagak Desa Sukatani ketika ditemui di lokasi kebakaran setelah api benar-benar padam.

Dendi bukan petugas resmi yang keterangannya dapat dijadikan patokan sebagai sumber informasi tentang penyebab kebakaran. Dia hanya mendengar selintas, tidak mendetail. Deni juga tidak bisa menunjukkan titik tempat puntung rokok yang menjadi pemicu api.

Kejadian yang disaksikan Dendi dan ratusan warga lainnya adalah api semakin membesar. Dalam sekejap rumah milik Alam berukuran 6 x 12 meterpersegi dan kilang kayu milik Peri Acing berukuran 20 x 15 meterpersegi berubah menjadi arang. Warga tidak dapat berbuat banyak karena tidak ada sumber air dan peralatan untuk memadamkan api.

Beberapa warga mengambil inisitiaf  mengontak pemerintah desa dan unsur Babinsa serta Bhabinkamtimbmas. Mereka juga menghubungi kantor jaga Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Kecamatan Surade.  

Namun petugas damkar kesulitan memadamkan api karena di lokasi kebakaran banyak terdapat material kayu. Petugas tidak putus asa, mereka terus-menerus menyemprotkan air ke tengah kobaran api. Hingga akhirnya api padam dan tidak merembet ke bangunan lainnya.

Pada musibah itu tidak ada korban jiwa. Alam kehilangan rumah dan semua harta bendanya, begitu juga Peri yang mengalami kerugian atas habisnya pabrik dan alat produksi di penggesekan kayu. Dihitung dari harta benda dan alat produksi yang hangus diperkirakan kerugian material mencapai ratusan juta rupiah, ancar-ancar antara Rp500 sampai dengan Rp700 juta. Mungkin kurang, bisa juga lebih. (*)

Print Friendly, PDF & Email