Bupati Sempat Mempermasalahkan Status ‘Jajan-jajan’, Akhirnya Masyarakat yang Melaporkan

oleh -
Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami memberikan keterangan seputar kasus postingan ‘jajan-jajan’ yang dilaporkan oleh warga Kabupaten Sukabumi ke kepolisian.

Wartawan Aep Saepudin (KOWASI)

Kasus dugaan pencemaran nama baik oleh pemilik akun Irwan Kurniawa terhadap Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami berawal dari laporan oleh masyarakat ke Polres Sukabumi. Bupati sendiri tidak pernah melaporkan cuitan yang dianggapnya berkonotasi negatif kepala kepolisian, dia hanya sempat mempersoalkannya setelah memimpin rapat Partai Golkar.

banner 970x90

“Sebenarnya pelaporan awalnya bukan dari tim saya, melainkan dari masyarakat Kabupaten Sukabumi yang telah menjadikan saya bupati. Rupanya masyarakat tidak tega melihat postingan seperti itu,” kata Marwan kepada wartawan seusai acara pembukaan Rakor KNPI Kota/Kabupaten se-Jawa Barat di Selabintana, Senin (15/7/2019) malam.

Menurut bupati, kata ‘jajan-jajan’, itu dalam konteks bahasa Sunda tidak pas diterapkan pada dirinya. Sebab kata ulang tersebut  merupakan bentuk ajakan bagi anak kecil  untuk membeli  jajanan. Kalau kata itu dan rangkaiannya menjadi konsumsi publik, persepsinya bisa macam-macam, ujar Marwan. 

Seperti diketahui, pemilik akun Irwan Kurniawan memposting status yang berbunyi: “Didoakeun sing salamet di perjalanan ka Australiana uwih deui bari hasil nu dimaksud sanes sakadar ‘jajan-jajan’.” Sebagai pegiat media sosial, Irwan sering membuat status-status yang mengajak masyarakat untuk mewujudkan Sukabumi lebih baik. Di sisi lain, dia juga kadang-kadang melontarkan kritik sosial untuk perbaikan bersama.

BACA JUGA BERITA TERKAIT….

Soal FB, Eks Jurnalis Dilaporkan

Pada berbagai kesempatan melalui postingan, Irwan menjelaskan, statusnya itu tidak bermaksud untuk menghina atau mencemarkan nama baik bupati. Tidak ada maksud tidak baik dari postingannya itu. Kalau dilihat secara keseluruhan, konteks statusnya itu berisi doa keselamatan untuk bupati.   

Perkembangan terakhir, Irwan telah diminta keterangan oleh Unit 2 Satreskrim Polres Sukabumi pada Senin (15/7/2019) siang terkait kasus yang dipicu oleh postingannya. Ketika datang ke Polres Sukabumi di Palabuhanratu, dia dampingi sejumlah sahabatnya antara lain Mpap Gunawan, Rozak Daud, dan Roy Takhsin.

Bupati telah menerima informasi adanya postingan tersebut ketika dia masih menjalankan tugas di Australia. Sedikitnya ada tiga laporan yang masuk mempersoalkan postingan ‘jajan-jajan’ dari masyarakat yang jati dirinya tidak dikenal oleh Marwan.

“Sewaktu saya masih di Australia, ada tiga laporan masyarakat yang masuk ke saya melalui WA, tanpa diketahui asalnya. Mereka memohon izin kepada saya untuk melaporkan status tersebut. Saya sendiri walaupun sempat mempermasalahkan hal itu, tidak jadi membuat laporan,” jelas Marwan.

Alhasil, sampai sekarang belum diketahui identitas  orang yang melaporkan postingan tersebut. Bupati sendiri menyerahkan penyelesaian kasus tersebut kepada aparat pemegak hukum. (*)      

Print Friendly, PDF & Email