Museum Prabu Siliwangi Gelar Eksvakasi Benda Purbakala di Dekat Istana Cipanas

oleh -
Pemilik Museum Prabu Siliwangi, KHM Fajal Laksana (kedua dari kiri) bersama tim eksvakasi benda purbakala di Pasirsumbul di dekat Istana Kepresidenan Cipanas.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Tim Napak Tilas  Nyucruk Galur Mapay Situs dari Museum Prabu Siliwangi Sukabumi melakukan eksvakasi berbagai benda purbakala di sebuah lembah tidak jauh dari Istana Kepresidenan Cipanas, Kabupaten Cianjur. Sudah beberapa hari tim penggalian dan evakuasi berada di lokasi penemuan benda-benda kuno tersebut.

banner 970x90

“Kami diundang untuk datang ke sini oleh pengurus Lembah Pasirsumbul untuk menggali dan meneliti lebih lanjut situs cagar budaya di sini,” kata pengelola Museum Prabu Siliwangi KHM. Fajar Laksana di lokasi eksvakasi, Selasa (16/6/2020).

Pasirsumbul terletak di Kampung Parabon Pojok, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur. Selama berada di Pairsumbul , Fajar dan rekan-rekannya telah menggali dan meneliti berbagai batuan bertumpuk atau punden berundak dan batu berbentuk kapak, batu lumpang, batu menhir, batu dolmen, dan manik-manik perhiasan. Juga fosil kayu.

“Tadinya benda-benda ini akan dibawa ke Sukabumi. Namun kami memutuskan untuk datang ke sini. Selanjutnya pemerintah daerah dapat menindaklanjuti temuan situs baru ini,” ujar dia.

Fajar menduga di sekitar Pasirsumbul masih banyak benda-benda peninggalan masa lalu lainnya yang belum tergali. Pengelola Pesantren Dzikir Al-Fath ini mendapat informasi yang menyatakan bahwa terdapat Arca Polenisia di Puncak Gunung Pangrango.

Lokasi penemuan benda-benda purba itu terletak di kaki Gunung Gede Pangrango. Untuk mencapai puncak gunung memang agak sulit karena tidak ada jalan yang biasa dilewati manusia.

“Untuk penggalian lebih jauh diperlukan campur tangan pemerintah daerah setempat. Kami menduga tempat ini merupakan situs budaya di masa lampau,” tambahnya.   

Museum Prabu Siliwangi, lanjut Fajar, tugasnya hanya memfasilitasi  untuk membuka dan melihat adanya dugaan situs baru cagar budaya. Dia mengharapkan  Pemkab Cianjur bersama masyarakat setempat untuk memelihara dan melestarikan lokasi tersebut. 

Sementara itu salah seorang pengurus Lembah Pasirsumbul, Sunarno (51) menjelaskan, dia memberitahukan adanya bebatuan dari masa lalu di sekitar tempat tersebut kepada Museum Prabu Siliwangi beberapa bulan yang lalu. Namun karena terhalang wabah, proses eksvakasi baru dilaksanakan sekarang. (*)

Print Friendly, PDF & Email