Taati PSBB, Hari Sabtu Toko Busana Tutup

oleh -
Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi ketika berada di pusat keramaian harus berdesak-desakan dengan pengunjung yang akan membeli baju Lebaran.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Semua toko busana yang biasanya dipadati manusia pada Sabtu (16/5/2020) tutup. Tidak ada lagi antrean dan kerumunan manusia yang berdesakan untuk membeli baju Lebaran. Bersama toko-toko yang menjual komoditas di luar bahan pokok penting, toko pakaian tidak boleh buka pada hari Sabtu dan Minggu. Pada hari biasa, toko-toko tersebut hanya beroperasi selama 3,5 jam.

banner 970x90

Pembatasan jam buka toko busana itu dibuat oleh Dinas Koperasi Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagrin) Kota Sukabumi untuk mengamankan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Sejak diberlakukan PSBB di Kota Sukabumi pada Rabu (6/5/2020) lalu arus manusia sulit dibendung menuju pusat-pusat perbelanjaan. Walaupun akses jalan ditutup dari segala penjuru, para pemburu baju Lebaran tetap berdesakan di toko busana.

Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi dan Wakil Wali Kota Sukabumi, H. Andri Setiawan Hamami beserta Forkopimda memantau keadaan untuk melihat ketaatan pemilik toko terhadap aturan pembatasan jam buka. Para pejabat ini dapat bernapas lega karena mendapati toko-toko dimaksud tidak beroperasi.

”Kebijakan pembatasan jam buka toko ini kami ambil karena masih terjadi kerumunan di toko-toko tertentu. Tujuan aturan ini untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” kata Fahmi ketika ditemui wartawan di Jalan Harun Kabir. 

Dalam monitoringnya Fahmi mendatangi beberapa titik yang menjadi pusat keramaian di Jalan Ahmad Yani, Jalan Harun Kabir, dan Pasar Gudang. Dia pun mengucapkan terima kasih kepada pemilik toko yang dengan kesadarannya sendiri bersedia untuk menutup tempat usahanya demi PSBB.

“Beberapa pedagang yang masih berjualan diberi teguran agar mereka  menutup sementara tokonya. Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tinggal di rumah kalau tidak ada kepentingan yang benar-benar mendesak,” tutur Fahmi. 

Sementara  Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami meminta peran para ketua RT dan ketua RW untuk memberikan pemahaman kepada warganya agar mematuhi imbauan pemerintah dalam rangka mengurangi pergerakan masyarakat.

“Masyarakat harus mendukung PSBB agar langkah penanganan Covid-19 bisa maksimal,” ucap Andri. (*)

Print Friendly, PDF & Email