Inovasi Terbaru, Bayar PBB Bisa ke Indomaret

oleh -
Kepala UPT PBB-P2 dan BPHTB BPKD Kota Sukabumi, Atep Kurniawan (berdiri, kanan) bersama staf dan jajarannya selalu siap memberikan pelayanan terbaik kepada para wajib pajak.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Berbagai inovasi yang diluncurkan UPT Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah atau Bangunan (BPHTB) Kota Sukabumi memberikan kemudahan kepada masyarakat. Kali ini, inovasi tersebut berupa kerja sama antara UPT tersebut dengan minimarket Indomaret.

banner 970x90

“Dengan adanya kerja sama dengan perusahaan retail itu, wajib pajak dapat membayar PBB atau BPHTB melalui Indomaret,” kata Kepala UPT PBB-P2 dan  BPHTB Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kota Sukabumi, Atep Kurniawan kepada wartawan, Selasa (16/4/2019).

Kemudahan dalam membayar pajak tersebut, ujar Atep, merupakan bentuk peningkatan pelayanan dari UPT yang dipimpinnya kepada masyarakat. Kerja sama yang ditandatangani bersama Indomaret, tambahnya, merupakan kado HUT ke-105 Kota Sukabumi.

“Masyarakat bisa menghemat waktu dan biaya sebab wajib pajak tidak perlu lagi mengeluarkan biaya transportasi untuk membayar PBB atau BPHTB ke UPT atau Bank Jabar Banten,” kata Atep.

Dalam waktu dekat, UPT PBB-P2 dan BPHTB juga akan menjajaki Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT. Pos Indonesia dan Alfamart. Semua kerja sama yang dijalin, tambah Atep, bertujuan untuk memberikan kemudahan kepada para wajib pajak di Kota Sukabumi.

“Mudah-mudahan kerja sama tersebut dapat  meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membayar PBB-P2 dan BPHTB,” tambahnya. 

Program pembayaran PBB-P2 dan BPHTB melalui Indomaret akan dilaunching pada acara Gebyar Pajak sekitar tanggal 28 April nanti yang diisi dengan jalan santai. Sebelum kerja sama tersebut diluncurkan, UPT PBB-P2 dan BPHTB sudah memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.

“Salah satu bentuk pelayanan yang kami berikan adalah BPHTB online, kemudian sistem jemput bola ke masyarakat. Tujuanya untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat,” kata dia.

Berbicara tentang pendapatan sampai dengan pertengahan bulan April 2019,  realisasi PBB-PB sudah mencapai Rp1 miliar lebih dari target Rp8.250.000.000, sedangkan untuk BPHTB dari target Rp8.050.000.000 tercapai Rp4 miliar lebih. Atep optimis, pada akhir tahun nanti, target pendapatan dari kedua jenis pajak itu dapat tercapai. (*)

Print Friendly, PDF & Email