HUT ke-105, Isbath Nikah Diikuti 105 Pasutri

oleh -
Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi (kedua dari kiri, baris kedua) dan Wakil Wali Kota Sukabumi, H. Andri Setiawan Hamami (paling kiri, baris kedua) pada acara isbath nikah di Pengadilan Agama Kota Sukabumi.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-105 Kota Sukabumi masih menyisakan banyak kegiatan, salah satunya isbath nikah yang diikuti 105 pasangan suami istri (pasutri).  Para peserta kegiatan tersebut merupakan pasangan nikah siri yang sah secara agama namun dokumennya belum tercatat secara resmi di negara.

banner 970x90

Pelaksanaan isbath nikah yang digelar di Pengadilan Agama (PA) Kota Sukabumi, Senin (15/4/2019) dihadiri dan diresmikan oleh Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi membuka.

Di lokasi kegiatan juga tampak hadir Wakil Wali Kota Sukabumi, Andri Setiawan Hamami, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Sukabumi, Iskandar Ihfan, dan perwakilan dari PA serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Sukabumi.

“Isbath nikah tahun ini dilaksanakan pada saat masa tenang Pemilu 2019. Kegiatan dapat terselenggara berkat kerja sama dan sinergitas antara Pemkot dan Pengadilan Agama Kota Sukabumi,” kata wali kota saat meresmikan isbath nikah. 

Itsbath, ujar dia, mengandung pengertian suatu hal yang sabar, teguh, kokoh, dan kuat. Dalam hal ini, pernikahan akan dianggap kokoh, teguh, dan kuat jika tercatat di dalam administrasi kenegaraan. 

“Tujuan kegiatan ini untuk membuat pernikahan dapat tercatat secara administrasi kenegaraan. Sebab jika tidak memiliki buku nikah dampaknya sangat panjang terutama untuk kepentingan anak-anak,” ujar dia.

Isbath nikah tahap pertama melayani 57 pasangan, sisanya akan diproses pada tahap selanjutnya. Target awal jumlah peserta tetap 105 pasutri, namun dalam perjalanannya bertambah menjadi 110 pasutri.

Di tempat yang sama, Kepala Disdukcapil Kota Sukabumi Iskandar Ifhan menjelaskan,  isbath nikah mengacu pada sistem infomasi administrasi kependudukan.

Pernikahan yang belum tercatat secara negara akan menimbulkan kesulitan pada pasutri berkaitan dengan akta kelahiran anak-anaknya, kata Iskandar. Tanpa surat nikah, pasutri tidak dapat mencantumkan nama ayah pada akta kelahiran anak-anaknya, namun hanya nama ibu.

“Setelah isbath nikah, akta kelahiran milik anak-anak dari pasutri tersebut dapat mencantumkan nama ayah dan ibunya,” tutur dia.

Intinya kata Iskandar, isbath nikah memberikan kepastian hukum bagi warga yang belum tercatat pernikahannya secara negara. Selain itu memberikan perlindungan atas hak anak dalam rangka memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat. (*)

Print Friendly, PDF & Email