Museum Prabu Siliwangi Diminati Pengunjung Festival Gedung Sate

oleh -
Pengelola Museum Prabu Siliwangi Sukabumi, KHM. Fajar Laksana menjelaskan asal-usul dan keunggulan salah satu senjata kuno yang berasal dari masa lampau.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Stand Museum Prabu Siliwangi asal Sukabumi dipadati pengunjung Pameran Muvies (Museum Festivities) di halaman Gedung Sate Bandung, Jumat (15/3/2019). Pada pameran dalam rangka Anniversary ke-1 Museum Gedung Sate itu, Museum Prabu Siliwangi hadir bersama 47 museum lain dari berbagai kota dan daerah di Jawa Barat.

Salah seorang warga Kota Bandung, Hendro Baroto yang ditemui di stand  Museum Prabu Siliwangi mengatakan, benda-benda yang dipamerkan di museum tersebut dapat mendukung proses edukasi kepada generasi muda tentang peradaban nenek moyang di masa lalu.

Dia pun mendapat penjelasan seputar benda-benda purbakala yang dipajang di stand itu dari Pengelola Museum Prabu Siliwangi, KHM. Fajar Laksana. Hendro tampak puas dan berminat untuk mendalami lebih jauh tentang koleksi museum tersebut.

“Insya Allah saya akan datang bersilahturahmi ke Sukabumi dan berkunjung ke Museum Prabu Siliwangi . Kalau dari dulu saya tahu ada museum hebat di Sukabumi, saya pasti sudah sering ke sana,” tuturnya. 

Sementara itu dalam penjelasannya, Fajar Laksana yang sehari-hari memimpin Ponpes Dzikir Al-Fath Sukabumi mengatakan, dirinya merasa bangga bisa menjadi bagian dari Pameran Muvies. Undangan untuk hadir dan tampil di pameran tersebut merupakan penghargaan yang luar biasa besar dari panitia dan Pemprov Jabar.

Apalagi, pada ajang pameran tersebut, Museum Prabu Siliwangi tampil bersama performance Boles dan Ngagotong Lisung. Fajar akan bekerja sekuat tenaga untuk memperkenalkan dan melestarikan nilai-nilai dan peninggalan sejarah dan budaya Sunda. 

“Selama ini kami ikut terjun membantu pemerintah dalam melestarikan nilai-nilai dan peninggalan sejarah dan budaya Sunda. Sebagai anggota masyarakat, saya juga berkewajiban dan ikut bertanggung jawab terhadap upaya melestarikan budaya dan sejarah leluhur di Jawa Barat,” ungkapnya.

Pameran Muvies digelar selama dua hari sampai dengan Sabtu (16/3/2019). Hari pertama diwarnai hujan deras sehingga para pengunjung mencari tempat berteduh. Selain menghadirkan stand museum se-Jawa Barat, panitia juga menyajikan grup band ternama Kahitna beserta band lainnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email