Pelaksanaan Rehab Balai Desa Ubrug Lempeng dan Taat Aturan

oleh -
Kondisi Balai Desa Ubrug yang akan segera direhab dengan dana bantuan dari Pemprov Jabar tahun anggaran 2019.

Wartawan Nanang Setiana

Pelaksanaan kegiatan rehabilitasi Desa Ubrug, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi dijamin taat aturan dan tidak menyimpang dari ketentuan yang ditetapkan oleh pemberi dana. Dengan demikian seluruh tahapan kegiatan dijalankan dengan penuh tanggung jawab untuk mencapai hasil yang optimal dan bermanfaat.

Jaminan itu disamapaikan oleh Kepala Desa Ubrug, Henhen Suhendi ketika diwawancara, Jumat (15/11/2019). Kegiatan rehab balai desa ini dibiayai oleh dana bantuan dari pemerintah provinsi atau biasa disebut banprov tahun 2019. Pemdes Ubrug memprioritaskan rehab balai desa untuk kegiatan yang dibiayai banprov 2019 karena sifatnya sudah mendesak.

“Kegiatan rehab ini dilaksanakan secara swakelola dengan melibatkan masyarakat. Kami memantau terus, sejauh ini tidak ada permasalahan dalam pelaksanaannya,” ujar Henhen.

Lokasi balai desa yang direhab terletak di Jalan Lapang Sepak Bola PTPN VIII Kampung Cibungur RT 01 RW 11 Desa Ubrug. Sebelum pelaksanaan, seluruh perangkat desa dan pelaksana kegiatan telah bersepakat untuk melaksanakan rehab balai desa dengan baik dan benar, artinya sesuai aturan yang berlaku.

“Salah satu bentuk kesungguhan kami dalam menjalankan aturan adalah memasang papan informasi proyek di lokasi kegiatan. Papan proyek itu memuat nama kegiatan, volume pekerjaan, sumber dana, besaran anggaran, dan lamanya pengerjaan. Pemasangan papan proyek merupakan bagian dari keterbukaan informasi publik kepada masyarakat,” kata dia.

Prinsip kedua yang diterapkan adalah transparansi. Karena dilibatkan sejak prencanaan dan pelaksanaan, masyarakat dapat mengetahui aspek-aspek pembelanjaan material bangunan dan pembayaran upah pekerja. Masyarakat bisa melakukan pengawasan dari dalam.

“Selanjutnya kami mengerjakan kegiatan ini dengan volume pekerjaan yang sesuai dengan bestek. Dengan memenuhi ketiga hal tersebut, kecil kemungkinan terjadi penyimpangan dalam kegiatan rehab kantor desa di desa kami,” tutur Henhen.

Proyek rehab balai Desa Ubrug menghabiskan dana sebesar Rp85.951.442 (PPN + PPH). Sejak awal, Kades Henhen telah mengingatkan pelaksana untuk memenuhi juklak dan juknis yang dikeluarkan oleh Pemprov Jawa Barat. Hal itu  mutlak diperlukan untuk mencegah penyimpangan atau sebagai langkah preventif. (*)

Print Friendly, PDF & Email