TPID Gelar Pelatihan Peningkatan SDM Kecamatan dan Desa

oleh -
Para peserta pelatihan peningkatan SDM yang digelar Tim Penggerak Inovasi Desa Kabupaten Sukabumi dengan tema penanggulangan stunting.

Wartawan M. Ridwan

Tim Penggerak Invonasi Desa (TPID) Kabupaten Sukabumi menyelenggarakan pelatihan untuk peningkatan SDM di kecamatan dan desa di Zona 3 bertempat di Hotel Cleopatra Palabuhanratu, Selasa (15/10/2019). Salah satu materi pada pelatihan ini menyangkut upaya untuk menekan stunting pada bayi dan ibu melahirkan.

Pelatihan berlangsung selama dua hari sampai dengan Rabu (16/10/2019). Para peserta berasal dari unsur kasi pemberdayaan masyarakat kecamatan dan desa, perangkat desa, dan kader pemberdayaan masyarakat tingkat desa. Para peserta menerima pengetahuan seputar peningkatan mutu SDM dari para narasumber dari Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan tenaga ahli pendamping desa.

“Kami sangat mengapresiasi panitia yang telah mengadakan kegiatan ini. Selain pengembangan sumber daya manusia  dalam penanggulangan stunting, pelatihan juga untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan personel para peserta,” kata Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang seusai membuka kegiatan pelatihan.

Saat ini, ujar Eka, telah terjalin komitmen bersama di kelembagaan desa untuk menghilangkan kasus stunting pada bayi dan ibu melahirkan.  Dalam penanggulangan stunting, kata dia, hendaknya semua pihak bergerak bersama semua elemen masyarakat agar hasilnya efektif.

“Pelatihan ini lebih menekankan  pada peningkatan kapasitas personel dalam proses interaksi langsung untuk pembagian peran dan tanggung jawab dalam mengimplementasikan konvergensi penanggulangan stunting di tingkat desa,” kata Eka.

Pelatihan diikuti oleh perangkat dan tim pemerdayaan dari Zona 3 yang terdiri dari 8 kecamatan yaitu Cikembar, Cikidang, Warungkiara, Bantargadung, Simpenan, Palabuhanratu, Cikakak, dan Cisolok. Jumlah pesertanya  182 orang.

Ketua Panitia Pelaksana Pelatihan Faridudin menjelaskan, kegiatan seperti itu diselenggarakan  dua kali dalam setahun. Tema yang dibawakan pada setiap pelatihan disesuaikan dengan program-program pemberdayaan dan pembangunan di desa. Para pesertanya berasal dari berbagai elemen di desa yang secara prosonel lebih dekat dengan masyarakat desa.

“Bagi para peserta, dari pelatihan ini dapat memperoleh ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat bagi warga desa dari narasumber dan instruktur. Kami harapkan hasil dari pelatihan ditularkan kepada masyarakat dan diperaktikkan secara langsung,” kata Faridudin. (*)

Print Friendly, PDF & Email