Terminal Tipe A Berlakukan Selasa Nyunda

oleh -
Kepala Terminal Tipe A KH. Ahmad Sanusi Kota Sukabumi, Yukky Rahmat Yunus (paling kanan) bersama jajarannya memakai baju adat Sunda setiap hari Selasa.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Terminal Tipe A, KH. Ahmad Sanusi Kota Sukabumi menerapkan program pemakaian kostum khusus Selasa Nyunda sejak satu bulan yang lalu. Dengan program ini, setiap hari Selasa seluruh pimpinan, staf, dan karyawan Terminal Tipe A Kota Sukabumi harus memakai baju adat dan tradisi Sunda.

“Program ini merupakan bagian dari pembenahan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat khususnya para penumpang yang menggunakan jasa angkutan umum. Selain peningkatan sarana dan prasarana, pelayanan juga diberikan dalam bentuk Selasa Nyunda,” kata Kepala Terminal Tipe A Kota Sukabumi, Yukky Rahmat Yunus ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (15/10/2019).

Penerapan Selasa Nyunda, ujar dia, merupakan perintah dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah IX Jawa Barat, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang merupakan instansi atasan Terminal Tipe A Kota Sukabumi. Tujuannya untuk melestarikan budaya dan tradisi berciri khas jati diri Sunda.

Pemakaian baju adat Sunda tiap hari Selasa itu, lanjut dia, baru sebatas untuk para karyawan Terminal Tipe A. Ke depan program tersebut juga akan diterapkan kepada para supir bus dan jajaran pengurus PO bus agar bisa lebih seragam dan kompak dalam menjaga kelestarian budaya Sunda.

“Kami sangat merespon instruksi tersebut. Sebagai orang Sukabumi asli, saya siap menjalankan program ini. Setiap hari Selasa, kami bangga memakai baju adat Sunda lengkap dengan ikat kepalanya,” tutur Yukky.

Sebelumnya Yukky dan jajaran telah membuat inovasi budaya Sunda yakni Balé Haur Konéng di area terminal. Bangunan berupa balai-balai tersebut sarat dengan suasana pilemburan, baik bentuk maupun pernak-pernik di sekelilingnya. Balé Haur Konéng dimanfaatkan oleh para penumpang maupun masyarakat yang ingin beristirahat sejenak.

Dalam hal peningkatan sarana, beberapa waktu lalu dilakukan perbaikan drainase di lingkungan terminal yang ditangani langsung oleh BPTD Wilayah IX Jawa Barat untuk mencegah banjir. Di samping itu, dilaksanakan pula penambahan lampu PJU dengan dana dari Kementerian Perhubungan.

Namun satu hal yang masih menjadi kendala bagi Terminal Tipe A Kota Sukabumi yakni hingga umur tiga tahun belum diakses oleh angkot ke terminal tipe C yang berdekatan dengan lokasi Terminal Tipe A. Sampai sekarang rencana pengoperasian Bus Si Tayo sebagai feeder ke terminal juga  belum bisa terealisasi.

“Para pengusaha PO bus masih terus mengeluh karena belum ada angkutan yang mengantarkan penumpang ke terminal. Semoga Pemda bisa segera memfasilitasi keinginan dan harapan awak bus tersebut. Kami akan terus menjalin sinergitas dan kerja sama dengan Pemkot Sukabumi,” kata Yukky. (*)

Print Friendly, PDF & Email