Pedagang di Jalan Ahmad Yani Menilai Pembatasan Operasional Toko Tidak Adil

oleh -
Guna mencegah penyebaran Covid-19, Satpol PP melancarkan operasi simpatik untuk mengimbau para pemilik toko mentaati ketentuan tentang pembatasan jam operasional toko non-kebutuhan pokok.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Para pedagang dan pemilik toko di Jaan Ahmad Yani Kota Sukabumi menilai pemberlakuan jam operasional tempat usaha tidak adil. Seharusnya pembatasan jam operasional untuk toko non-kebutuhan pokok diberlakukan juga untuk toko di jalan lain, tidak hanya untuk toko di Jalan Ahmad Yani.  

banner 970x90

“Kalau mau penegakan aturan, mestinya berlaku untuk semua toko yang ada di Kota Sukabumi. Kami merasa hanya toko di Jalan Aahmad Yani saja yang dibatasi jam operasionalnya, toko-toko di jalan lain bisa bebas berjualan tanpa dibatasi waktu,” kata Ayong Shifa, pemilik toko di Jalan Ahmad Yani ketika menghubungi wartawan melalui telepon seluler, Senin (15/6/2020) pagi.

Kenyataannya, gerakan Satpol PP dalam menjalankan Surat Edaran Wali Kota Sukabumi Nomor 510/351/Kopdagrin tentang Jam Operasional Kegiatan Perdagangan di Kota Sukabumi tidak berlaku di sejumlah ruas jalan. Toko-toko di Jalan RE Martadinata, Jalan Zenal Zakse, dan Jalan Jenderal Sudirman tetap buka di atas pukul 16.00 WIB.

“Kenapa toko-toko di jalan lainnya tidak didatangi Satpol PP. Sementara toko kami, setiap sore selalu didatangi petugas gabungan dan harus tutup pada pukul 16.00,” ujar Ayong.

Pada Jumat pekan lalu, imbauan untuk menutup toko pada pukul 16.00 WIB disertai dengan bunyi sirine. Tentu hal itu sangat mengganggu para pemilik toko dan pengunjung yang sedang berbelanja.

“Pada intinya kami tidak berkeberatan dengan aturan tersebut demi untuk pencegahan penyebaran Covid-19. Tapi pemberlakuannya menyeluruh untuk semua ruas jalan. Lalu caranya yang persuasif, tidak perlu berlebihan dengan menggunakan sirene. Para pedagang siap menuruti imbauan tersebut,” tutur dia.

Ayong juga mengajukan dalil, jika alasan pembatasan karena Jalan A. Yani ramai pengunjung, jalan yang lain pun sama ramainya. Dia meminta pengertian Pemkot Sukabumi, para pedagang di Jalan Ahmad Yani saat ini dalam kondisi baru bangkit setelah jatuh omset pada masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Menjelang diberlakukannya AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru), Ayong dan para pedagang lainnya menanyakan dana stimulus untuk UMKM dari Diskopdagrin Kota Sukabumi melalui anggaran penanganan Covid-19.

“Kami dan beberapa pedagang berskala UMKM ikut terdampak oleh wabah Covid-19. Sudah tiga bulan ini omset usaha kami turun drastis. Karena itu kami menunggu turunnya bantuan dari pemda,” ujarnya. (*)  

Print Friendly, PDF & Email