Kelestarian Mata Air Babakan Jampang Terancam Sampah

oleh -
Tebing mata air di Kampung Babakan Jampang dalam keadaan terancam oleh polusi dari sampah yang dibuang secara serampangan oleh warga yang tidak bertanggung jawab.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Keberadaan mata air di Kampung Babakan Jampang RW 11 Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi terus terdegradasi oleh polusi sampah. Tebing-tebing di sekitar resapan dan aliran mata air itu dijadikan tempat membuang sampah layaknya TPSS oleh warga yang tidak bertanggung jawab. 

banner 970x90

Padahal, sumber air di Babakan Jampang itu memiliki manfaat dan kegunaan yang sangat strategis. Airnya yang sangat bening dan bersih dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan MCK warga sekitar. Selain itu, mata air tersebut digunakan untuk mengairi sawah, kebun, dan kolam. 

“Kami merasa khawatir mata air di Babakan Jampang akan rusak karena tercemar longsoran sampah dan tanah. Kawasan mata air ini harus segera dikonservasi oleh pemerintah,” kata Ketua RW 11 Kelurahan Cisarua, Hasan Fuad ketika ditemui di lokasi mata air Babakan Jampang.

Di musim kemarau pun, ujar dia, mata air itu tidak pernah kekeringan. Airnya terus mengalir dari bawa tanah menuju bak penampungan. Menurut Hasan, jika lokasi tersebut dialihfungsikan menjadi tempat pembuangan sampah, mata airnya bisa mati atau tercemar.

“Kondisi di lingkungan mata air menjadi rawan longsor dan telah tercemar. Pemda harus segera mengambil langkah untuk menyelamatkan mata air di Babakan Jampang,” kata  aktivis kelompok bela negara yang tergabung dalam Resimen Mahasiswa Mahawarman Jawa Barat tersebut.

Mata air Babakan Jampang juga digunakan oleh warga Kelurahan Subangjaya, Kecamatan Cikole. Karena itu, kata Hasan, masyarakat dan unsur pemerintahan di dua keluarahan harus bahu-membahu menyelamatkan mata air Babakan Jampang.

“Penyelamatan dan pemberdayaan mata air di Babakan Jampang mesti melibatkan masyarakat. Salah satu bentuk partisipasi masyarakat adalah tidak membuang sampah ke tebing di sekitar mata air,” ujar Hasan.

Jika konservasi dan penataan lingkungannya dilasakanakan, Hasan yakin sumber mata air akan tetap lestari dan aliran airnya lancar sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.  

Kawasan RW 11 Kampung Babakan Jampang, lanjut dia, memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi  destinasi wisata. Selain memiliki mata air yang jernih, kampung ini mempunyai sentra produksi rumahan yang menghasilan aneka kerajinan kuliner seperti permen jahe, noga kacang, dan sumpiah.

“Di Kampung Babakan Jampang juga berkembang industri kerajinan bambu yang menghasilkan besek dan pipiti yang biasa dipakai untuk kemasan moci, bibika, dan tahu. Ada juga aktivitas pembuatan layang-layang,” kata Hasan. (*)  

Print Friendly, PDF & Email