DKP3 Waspadai Peredaran Daging Babi Bercampur Daging Sapi

oleh -
Para pedagang daging sapi di Kota Sukabumi selalu mengutamakan kejujuran dan kehalalan dalam jual beli. Mereka tidak pernah mencampur daging sapi dengan daging babi.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Setelah marak penjualan daging babi yang dicampurkan pada daging sapi di Bandung, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi langsung mengambil langkah nyata. Perangkat daerah yang juga menangani urusan peternakan ini melakukan pengawasan lebih intensif di pasar-pasar tradisional untuk mencegah terjadinya penjualan daging oplosan.

banner 970x90

Dihubungi via telepon seluler, Jumat (15/5/2020), Kepala DKP3 Kota Sukabumi, Andri Setiawan mengatakan, jajarannya telah melakukan pengawasan secara serius ke lapangan untuk memantau semua tempat penjualan daging sapi. Andri dan jajarannya tidak mau kecolongan oleh aksi pedagang nakal yang tega mencampur daging sapi dengan daging babi.     

“Kami lebih inten dalam melakukan pengawasan, apalagi pada bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri kami harus lebih jeli mengawasi penjualan daging sapi,” kata Andri.

Sebenarnya, ujar dia, tanpa ada kasus daging oplosan pun, jajarannya rutin melakukan pengawasan karena merupakan bagian dari tugas pokok dan fungsi DKP3. Setelah muncul kasus daging oplosan, pengawasan lebih ditingkatkan dan diintensifkan. Dalam pengawasan tersebut, DKP3 bekerja sama dengan kepolisian.

“Kami melakukan pengawasan sejak datangnya sapi dari luar daerah, proses pemotongan, hingga penjualan,” terangnya.

Berdasarkan hasil pengawasan, sampai sejauh ini tim DKP3 tidak menemukan daging sapi bercampur babi. Andri berani memastikan, semua daging sapi yang dijual di pasar-pasr tradisional di Kota Sukabumi dijamin kebersihan dan kehalalannya.

“Pemotongan sapi di Kota Sukabumi dilengkapi dokumen kesehatan hewan. Jadi sapi yang dipotong pasti sehatnya,” ujar Andri.

Sementara itu salah seorang pedagang daging sapi, Didi (45), mengatakan,  masyarakat harus jeli ketika akan membeli daging sapi, jangan sampai tergiur oleh harga murah. Pembeli bisa membedakan antara daging sapi dan babi dari warna, serat,  dan baunya.

“Yang susah dibedakan itu kalau dagingnya beku. Saya sendiri amit-amit tidak akan menjual daging oplosan. Buat apa membohongi pelanggan? Daging yang saya jual asli sapi yang harganya sesuai pasaran,” kata Didi. (*)

Print Friendly, PDF & Email