Bupati Melelang Lukisan untuk Korban Bencana

oleh -
Penandatanganan lukisan diri Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami yang dilelang pada aksi penggalangan dana untuk korban bencana banjir dan longsor di Jabar dan Banten.

Wartawan Nanang Setiana

Kepedulian Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami terhadap korban bencana sangat tinggi. Demi meringankan beban para korban bencana banjir dan longsor di Provinsi Jabar dan Banten, bupati melelang lukisan dengan objek dirinya bersama anak korban bencana longsir di Cimapag, Kecamatan Cisolok tahun lalu. Hasil lelang disalurkan untuk membantu korban bencana banjir dan longsor di Jabar dan Banten.  

banner 720x90

Lelang lukisan itu merupakan bagian dari rangkaian kegiatan puncak penggalangan dana untuk korban bencana di Jawa Barat dan Banten oleh Gabungan Komunitas Peduli di Palagan Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jumat (14/2/2020) malam.

Pada kegiatan itu bupati menyampaikan apresiasi terhadap para penyelenggara penggalangan dana bagi korban bencana. Dia menyatakan, aksi sosial yang digalang komunitas peduli korban bencana merupakan aktivitas yamg sarat makna dan patut diapresiasi. Kegiatan seperti ini harus dilaksanakan secara terpadu dan berkelanjutan.

“Dalam kegiatan ini tercermin empat hal yakni empati, motivasi, kebersamaan, serta kemandirian dari generasi milenial. Rasa empati terwujud dalam bentuk kepedulian terhadap sesama. Nilai kekeluargaan dan rasa sebagai anak bangsa tidak akan bisa terwujud tanpa sikap empati,” ujar Marwan.  

Selanjutnya motivasi sangat menentukan dalam menggalang dana untuk para korban bencana yang dilaksanakan selama hampir satu bulan. Lalu kebersamaan yang menjadikan pelaksanaan kegiatan tersebut lebih mudah dan lancar. Menurut dia, untuk membangun Kabupaten Sukabumi juga perlu kebersamaan. Dengan bersama-sama, masyarakat dan pemerintah dapat dengan mudah membangun daerah.

“Saya bangga kegiatan ini juga mencerminkan kemandirian  dari generasi milenial dalam menggalang dana untuk korban bencana. Dengan kemandirian, generasi milenial lebih siap untuk menjadi pemimpin di masa yang akan datang,” tuturnya.

Aksi penggalangan dana untuk korban banjir dan longsor digelar sejak 18 Januari lalu. Pada aksi tersebut, gabungan komunitas menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti visitasi Museum Palagan Perjuangan, peergelaran musik, seduh kopi solidaritas, bazar pakaian, dan talkshow. 

Salah satu inisiator kegiatan, Dadeng Nazarudin mengatakan, aksi peduli terhadap korban bajir dan longsor di Jabar dan Banten merupakan hasil kerja sama antar komunitas. Di dalam aksi itu diselenggarakan berbagai mata kegiatan seni budaya, edukasi sejarah, dan trading sosial.

“Banyak hikmah yang didapat dari kegiatan ini, bukan saja dapat menumbuhkan jiwa sosial untuk membantu sesama, tapi juga menjadi ajang pelestarian seni budaya serta media pentas bagi kaum muda. Selain itu dapat menambah wawasan melalui acara dialog interaktif,” terang Dadeng. (*)

Print Friendly, PDF & Email