HIMASI-Diskominfosan Kolaborasi Sapu Bersih Hoax

oleh -
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) pada Diskominfosan Kabupaten Sukabumi, Herdy Somantri ketika menyampaikan materi pada diskusi bertema ‘PB Himasi Saber Hoax’.

Wartawan AEP SAEPUDIN

Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Sukabumi (PB HIMASI) berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfosan) Kabupaten Sukabumi untuk sapu bersih (saber) hoax. Organisasi mahasiswa serta perangkat daerah yang menangani urusan komunikasi dan informasi itu bersepakat untuk memberantas hoax yang selama ini mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.

Tekad untuk menghadapi hoax bersama-sama itu dilontarkan pada acara diskusi publik bertema ‘PB Himasi Saber Hoax’ di aula Badan Amil Zakat Kabupaten Sukabumi, Rabu (13/11/2019). Kegiatan itu diikuti ratusan anggota HIMASI yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Sukabumi maupun luar daerah.

Pada acara itu, panitia menyuguhkan penampilan seni berupa pembacaan puisi oleh anggota HIMASI. Sementara narasumber yang dihadirkan sebagai pemateri berasal dari unsur Polres Sukabumi, Diskominfosan, dan HIMASI.

Dalam ceramahnya, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) pada Diskominfosan Kabupaten Sukabumi, Herdy Somantri menyampaikan, peran mahasiswa dalam gerakan saber hoax sangat penting dan strategis di era industri 4.0 sekarang ini. Mahasiswa harus berdiri paling depan dalam pemberantasan hoax agar hasilnya dapat dirasakan dan berdampak di masyarakat.

“Banyak sekali berita hoax yang tersebar dan sangat mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa. Mudah-mudahan melalui sharing ini, teman-teman mahasiswa minimal dapat memahami apa yang harus dilakukan ketika mendapati berita atau informasi,” kata Bima, sapaan akrab Herdy setelah menyampaikan materi. 

Dengan kegiatan tersebut, ujar dia, para mahasiswa dapat mengenal ciri-ciri berita hoax dan bahayanya bagi masyarakat. Melalui gerakan saber hoax, dia mengharapkan dapat tercipta kader bangsa yang hebat, cerdas, dan tidak mudah terpovokasi.

Di tempat yang sama, KBO Intel Polres Sukabumi, Ipda Uwan Burhanudin menyampaikan aspek-aspek hukuman bagi penyebar hoax. Pada UU ITE tercantum jelas hukuman yang sangat berat bagi penyebar hoax. Karena itu, Ipda Uwan mengimbau masyarakat untuk bisa bersikap bijak dalam menggunakan media sosial, berhati-hari sebelum mensharing informasi.

Sementara itu Ketua PB HIMASI, Eki Rukmansyah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan kegiatan saber hoax tersebut. Mahasiswa harus menguasai pengetahuan tentang hoax agar bisa menjadi pelopor dalam pemberantasan informasi bohong tersebut, ujarnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email