Kadistan Imbau Para Petani Ikut Asuransi

oleh -
H. Ajat Sudrajat

Wartawan Aep Saepudin (KOWASI)

Mengantisipasi gagal panen yang dipicu musim kemarau, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sukabumi, H. Ajat Sudrajat mengimbau para petani untuk ikut program asuransi. Dengan mengikuti program tersebut, para petani dapat terhindar dari kerugian ketika tanaman padinya mengalami gagal panen.

banner 970x90

Imbauan itu disampaikan Ajat di sela rapat di Kantor Bidang Pengairan Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Jalan Pelabuan 2, Kota Sukabumi, Selasa (13/8/2019). Program yang dimaksudkan Ajat adalah AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi). 

“Banyak keuntungan menjadi peserta AUTP. Prosesnya gampang serta pencairan klaim asuransinya tidak berbelit-belit,” ujar Ajat.

Untuk menjadi peserta AUTP, para petani cukup menyetorkan premi asuransi sebesar Rp38 ribu untuk tanama padi dengan luas sampai dengan satu hektare.  Siklus pembayarannya dihitung berdasarkan permusim tanam. Uang premi tersebut disetorkan kepada Balai Penyuluhan Pertanian  Perikanan dan Kehutanan (BP3K)  yang ada di tiap-tiap kecamatan. 

“Pengelola asuransi ini akan membayar klaim kerugian akibat kekeringan atau serangan hama. Dengan asuransi tersebut, para petani bisa merasa tenang dan nyaman selama menunggu tibanya musim panen,” tuturnya. 

Ketika petani mengalami gagal panen, AUTP akan memberikan penggantian dalam bentuk pertanggungan asuransi sebesar Rp6 juta sampai dengan satu hektare. Petani pun dapat terhindar dari kerugian atas modal dan jerih payah selama mengolah lahan dan memelihara tanaman padi.

“Saya terus-menerus menyampaikan imbauan kepada para pemilik sawah agar ikut program AUTP ketika memulai musim tanam. Namun masih saja ada petani yang belum memenuhi imbauan dari kami itu,” kata Ajat. 

Pada bagian lain Kepala Distan menyampaikan, dampak dari kemarau sudah terasa di berbagai kecamatan yang mengalami kekeringan. Dampak kekeringan sejak awal musim kemarau tahun ini telah menimpa lahan seluas 5.800 hektare dengan kategori ringan, sedang, dan berat untuk tingkat kerusakan tanaman padi.  

“Sekalipun banyak lahan dilanda kekeringan, stok beras di Kabupaten Sukabumi tetap dalam keadaan aman. Pada bulan Juli lalu, kita  telah panen raya dari lahan seluas 22 ribu hektare. Hasil panen tersebut mencukupi untuk menutup kekurangan persediaan di musim kemarau,” jelas Ajat. (*)

Print Friendly, PDF & Email