Sekda: Camat Harus Pastikan Pasien Positif Covid-19 Berada di Ruang Isolasi

oleh -
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Iyos Somantri mengenakan rompi Gugus Rugas Pecepatan Penangan Covid-19 kepada salah satu camat.

Wartawan Nanang Setiana Wartawan Aep Saepudin  

Camat sebagai penanggung jawab pemerintahan di wilayah, camat harus melakukan berbagai langkah dan upaya efektif dalam pelaksanaan transisi AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru). Efekivitas dalam pelaksanaan tugas camat dapat mendukung upaya pemulihan ekonomi masyarakat yang terpuruk akibat wabah Covid-19.

banner 970x90

Sejalan dengan itu, selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di tingkat kecamatan, camat harus memastikan semua pasien terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil swab test di wilayahnya harus berada di ruang isolasi untuk menjalani perawatan.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Iyos Somantri saat memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Covid-19 dan Sosialisasi Peran Fungsi Satgas Kecamatan dalam AKB bertempat di Aula Setda Palabuhanratu, Senin (13/07/2020).

“Kami tekankan, camat selaku Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid 19 di tingkat kecamatan harus melakukan upaya efektif dalam pelaksanaan transisi AKB. Efektifitas dalam melaksanakan tugas di masa transisi AKB penting sekali untuk mendukung keberlangsungan perekonomian masyarakat dengan mensinergikan aspek kesehatan, sosial, dan ekonomi,” kata sekda. 

Selain itu, ujar Iyos, camat juga harus terus berkoorinasi dengan petugas kesehatan untuk memastikan memastikan pasien positif Covid-19 berada di ruang perawatan. Camat juga harus berperan sebagai pejabat wilayah yang memberikan persetujuan terhadap kegiatan berskala kecamatan sebagai dasar instansi yang berwenang memberikan izin pelaksanaan.

“Tugas yang lainnya pembentukan Desa Tangguh Covid-19 dan pelaksanaan razia masker dengan melibatkan TNI, Polri, dan Pol PP,” kata sekda.

Pada masa transisi AKB, lanjut dia, camat harus tetap mewajibkan masyarakat mengenakan masker, menjaga jarak secara fisik, dan mencuci tangan dengan sabun menggunakan air yang mengalir.

“Kami juga ingatkan, aktivitas keramaian yang masih tetap dilarang dilarang seperti hiburan malam, komedi putar, konser musik, karnaval, kompetisi olahraga, dan aktivitas berkumpul di alun-alun,” ujar Iyos. 

Pada rapat koordinasi itu, Sekda Iyos mengenakan rompi Gugus Tugas Covid-19 secara simbolis kepada Camat Parungkuda dan Camat Purabaya.

Di tempat kegiatan tampak hadir unsur dari Bappeda, DPMD, Dinsos, BPKAD, Disnakertrans, DPKUKM, Dishub, Satpol PP, Damkar, BPBD, Dinkes, DKIP, Disdik, dan para camat. (*)

.  

Print Friendly, PDF & Email