DKP3 Gencarkan Pengecekan Hewan Kurban

oleh -
Kepala DKP3 Kota Sukabumi, Andri Setiawan (ketiga dari kiri) bersama para pedagang hewan yang mengenakan properti khas mereka yakni topi laken.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi gencar melakukan pemeriksaan hewan kurban untuk diketahui tingkat kesehatannya. Melalui program tersebut, DKP3 ingin memastikan, hewan untuk ibadah kurban yang dijual di berbagai lapak musiman terbebas dari Antrax dan penyakit hewan lainnya.

banner 970x90

Hal itu disampaikan Kepala DKP3 Kota Sukabumi, Andri Setiawan usai monitoring ke lokasi lapak penjualan sapi di Jalan Nyomplong, Selasa (14/7/2020).

“Sejak awal Juli lalu petugas kami menyebar ke berbagai lokasi untuk memeriksa kondisi kesehatan sapi yang akan dijual ke masyarakat. Sampai sejauh ini, sapi-sapi yang dijual di berbagai lokasi penjualan hewan dalam keadaan sehat dan bebas dari penyakit Antrax,” kata Andri.

Jajaran DKP3 akan terus melayani permintaan pemeriksaan kesehatan hewan kurban yang akan dijual ke masyarakat. Di sisi lain, para penjual sapi juga proaktif melaporkan kedatangan sapi-sapi yang baru dibelinya dari luar daerah.

“Ketika sapi datang, para pedagang langsung menghubungi kami untuk pemeriksaan kesehatan sapi. Monitoring dan pemeriksaan kesehatan hewan ini terus kami lakukan hingga mendekati Idul Adha,” ucapnya.

Selain memeriksa kondisi hewan, DKP3 juga memantau pergerakan harga dan permintaan masyarakat terhadap hewan kurban. Saat ini, harga sapi hidup di kisaran Rp64 ribu/kg. Cukup stabil harganya, kata dia.

Mengenai permintaan sapi, Andri menyebutkan, beberapa pedagang mengalami kenaikan order hingga ada yang mencapai 70 persen dibandingkan tahun lalu. Dari monitoring ke berbagai lokasi, DKP3 menyimpulkan, grafik permintaan hewan kurban tahun ini cenderung naik.

“Seperti sapi-sapi di lapak milik Pak Iwan Hamid di Jalan Nyomplong ini, sudah banyak yang memesan, kenaikan permintaannya hingga 70 persen. Sudah ada 60 ekor sapi yang dipesan warga Kota Sukabumi dari lapak Pak Iwan. Kemungkinan akan terus bertambah hingga mendekati Lebaran nanti,” ujar Andri. 

Dari informasi yang diterimanya, Andri menegaskan, berapa pun jumlah permintaan sapi untuk kurban di Kota Sukabumi, para pedagangan hewan sanggup memenuhinya. (*)

Print Friendly, PDF & Email