Hari Pertama Masa Tenang, Bawaslu Tertibkan APK

oleh -
Penertiban APK di Jalan Suryakencana dekat belokan ke arah RSUD R. Syamsudin, S.H. oleh petugas Bawaslu Kota Sukabumi yang dibantu Satpol PP dan aparat dari instansi terkait.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Memasuki hari tenang,  Bawaslu Kota Sukabumi mengerahkan 1.500 personel untuk menertibkan seluruh APK (alat peraga kampanye) yang terpasang di berbagai ruas jalan hingga ke pelosok gang. Sampai tibanya hari tenang, para peserta Pemilu 2019 belum mencabuti APK yang dipasangnya di area publik hingga membuat repot Bawaslu. 

banner 970x90

“Padahal kami sudah memberikan imbauan kepada seluruh parpol dan caleg ataupun tim sukses untuk membongkar sendiri APK yang mereka pasang. Namun kenyataannya sampai masuk hari tenang, masih banyak APK bertebaran di jalan-jalan utama hingga-hingga lingkungan gang di tengah permukiman warga,” kata Ketua Bawaslu Kota Sukabumi Ending Muhidin di tengah kesibukannya memimpin operasi penertiban APK, Minggu (14/4/2019).

Penertiban APK oleh Bawaslu itu digelar sejak dini hari atau satu detik setelah memasuki hari tenang. Dalam operasi ini, Bawaslu melibatkan Satpol PP. Bawaslu mentargetkan pembongkaran APK harus selesai dalam waktu satu hari.

Tapi dia mengakui jajarannya mengalami kesulitan ketika akan membongkar APK yang dipasang pada  papan reklame berbayar atau billboard. Soalnya untuk menertibkan APK yang ditempel di tempat seperti itu harus memanjat papan reklame.  Namun kesulitan apapun yang dihadapi personel penertiban APK, Ending bertekad untuk menyelesaikan tugasnya sebelum jarum jam menunjukkan pukul 12 malam.

Selajutnya setelah menyelesaikan tugas penertiban APK, kata Ending, Bawaslu akan memfokuskan kegiatan pada tiga pelanggaran yakni  money politic,  ujaran kebencian,  dan hoaks.  Di masa tenang ini, pelanggaran pemilu yang paling riskan adalah politik uang. Sepanjang masa tenang hingga beberapa jam menjelang pemungutan suara, ujar dia, peluangnya bagi terjadinya politik uang cukup besar.

“Memang yang paling riskan itu money politic.  Patroli pengawasan untuk mencegah dan memantau money politic terus digiatkan di masa tenang,” kata Ending. 

Sejauh ini,  Bawaslu Kota Sukabumi belum menemukan kasus money politic di wilayah kerjanya. Begitu juga, Ending dan jajaran ke bawahnya belum menerima laporan atau informasi tentang dugaan ujaran kebencian dan hoaks. (*)   

Print Friendly, PDF & Email