BPBD Umumkan Waspada Hadapi Anomali Cuaca

oleh -
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Asep Suhendrawan (kanan) dan stafnya Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnain Barhami.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Sukabumi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada menghadapi anomali cuaca dan dampak dari ekuinoks yakni ketika matahari berada persis di atas garis khatulistiwa.  Salah satu dampak tersebut adalah meningkatnya suhu udara secara drastis.

banner 970x90

“Dampak dari ekuinoks tersebut terhadap manusia antara lain terjadi dehidrasi akibat panas matahari. Karena itu mereka yang beraktivitas di tempat terbuka harus banyak minum. Ekuinoks telah berlalu tapi dampaknya masih terasa yakni adanya anomali cuaca dengan munculnya gelombang panas,” kata Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, Zulkarnain Barhami kepada wartawan, Jumat (12/4/2019) lalu.

Saat ini, ujar dia, pagi hari sering diwarnai terjadinya suhu yang cukup tinggi, pada siang hari turun hujan. Padahal informasi dari BMKG menyebutkan, pada bulan April ini, iklim di Indonesia sudah memasuki musim kemarau. Kenyatannya, saat ini masih sering turun hujan.

“Kita harus tetap waspada karena anomali cuaca bisa menyebabkan retakan tanah pada tebing-tebing yang dampaknya bisa memicu longsor,” kata Zulkarnain.

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Asep Suhendrawan mengatakan, munculnya anomali cuaca di Kota Sukabumi harus diikuti dengan kewaspadaan yang tinggi dalam menghadapinya. Secara khusus Asep mengimbau warga yang tinggal di daerah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan. Sampai pertengahan bulan April ini, BPBD Kota Sukabumi masih memberlakukan kesiapsiagaan bencana banjir dan longsor. 

“Kita tetap melaksanakan kesiapsiagaan bencana longsor dan banjir, baik SDM maupun sarana penanggulangan bencana. Informasi dari BMKG  dijadikan patokan oleh kami untuk selalu siap siaga dan waspada,” tutur Asep.

Sejak terjadi ekuinoks pada 20 dan 21 Maret lalu, suhu di Kota Sukabumi mengalami peningkatan sepanjang siang dan malam. Ekuinoks akan terjadi lagi pada tanggal 22 dan 23 September ketika matahari berada tepat di atas garis yang membagi bumi menjadi belahan utara dan selatan  dalam pengembaraannya menuju bagian selatan bumi. (*)

Print Friendly, PDF & Email