Tawarkan Visi AKUR, Dudun Siap Berantas Bank Émok

oleh -

Calon Kades Sukamulya Nomor 1

Salah satu program unggulan dari calon kepala desa (kades) Sukamulya nomor 1, Dudun, S.Ag. adalah membentuk unit usaha lembaga keuangan desa melalui optimalisasi BUMDes serta lumbung paceklik. Melalui lembaga keuangan desa ini, masyarakat bisa meminjam uang dengan bunga nol persen untuk kebutuhan modal usaha maupun keperluan produktif lainnya.

“Tujuan dari lembaga keuangan desa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terkait modal usaha. Jadi kehadirannya sangat efektif untuk membasmi bank keliling atau bank émok,” kata Dudun pada hari terakhir kampanye di seputar Balai Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019).

Dudun beserta pendukungnya mengggelar kampanye dengan berkeliling ke kampung-kampung. Pada kampanye itu, dia dikawal oleh puluhan mobil dan ratusan sepeda motor. Pendukung dan simpatisannya membagi-bagikan selebaran yang berisi visi, misi, dan program yang akan dijalankan oleh calon kades nomor 1.  

Kehadiran rombongan kampanye Dudun sempat membuat macet jalan raya di seputar Balai Desa Sikamulya akibat membludaknya pendukung dan simpatisan calon kades nomor 1 tersebut. Satpol PP dan Tim Kampanye Dudun bergerak cepat untuk  mengatur kendaraan hingga kemacetan pun dapat diuraikan.  

Pemberantasan bank keliling yang akan dijalankan Dudun merupakan salah satu dari 12 misi atau program utama yang akan direalisasikan di Desa Sukamulya. Ke-12 poin tersebut merupakan bentuk operasional dari visi Memajukan Desa Sukamulya dan mewujudkan masyarakat yang Agamis, Kreatif, Unggul, dan Rakyat Sejahtera atau disingkat (AKUR).

“Dengan visi ini, saya ingin menjadikan Desa Sukamulya memiliki keunggulan di segala bidang,” ujarnya.

Visi tersebut dicapai dengan misi dan program-program meningkatkan akidah warga dengan memperbanyak pengajian serta pendidikan agama yang sesuai dengan visi Kabupaten Sukabumi yang Religius dan Mandiri; meningkatkan kualitas sarana dan prasarana keagamaan; meningkatkan tunjangan guru ngaji; menjaga keharmonisan antar perangkat desa serta kerja sama antar lembaga desa; menyelamatkan dan menambah aset desa.

Selanjutnya meningkatkan kualitas infrastruktur jalan; meningkatkan kualitas sarana prasarana pendidikan dan kesehatan; membangun sarana olahraga dan gedung serbaguna; menjaga dan meningkatkan kebersihan lingkungan dengan menggalakkan kerja bakti; memperhatikan kesejahteraan anggota linmas, RT/RW, kader posyandu, dan elemen desa yang lainnya; dan meningkatkan pendapatan asli desa dengan cara mengoptimalkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Kesanggupan saya untuk menjalankan visi dan misi saya buat di atas meterai yang disaksikan dan disepakati para tokoh agama dan tokoh masyarakat. Masyarakat juga telah mengetahuinya,” ungkap Dudun. (Nanang Setiana)

Print Friendly, PDF & Email