Bupati Pantau Uji Kompetensi Balon Kades di Cisaat

oleh -
Didampingi sejumlah pejabat daerah, Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami melakukan kegiatan monitoring tes tertulis para balon kades bertempat di STISIP Widyapuri Mandiri, Kompleks Gelanggang Cisaat.

Wartawan AEP SAEPUDIN

Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami memimpin kegiatan monitoring uji kompetensi para bakal calon kepala desa (balon kades) di Kampus STISIP Widyapuri Mandiri, Kompleks Gelanggang Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Minggu (13/10/2019). Kedatangan bupati disambut para kepala perangkat daerah dan jajaran Forkopimda yang ada di lokasi uji kompetensi.

banner 970x90

Dalam monitoring itu, bupati didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi, Thendy Hendrayana. Adapun dari jajaran Muspida tampak hadir Kepala Kejari Negeri Kabupaten Sukabumi, Alex Sumarna dan perwakilan dari Polres Sukabumi Kota, Kompol Nurul.

Turut menyambut bupati juga tampak para pejabat daerah antara lain Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Sukabumi, Dodi Rukman Medianto, Kepala Dinas Kominfosan, Joni Bambang Sunyoto, dan Ketua STISIP Widyapuri Mandiri, Pepep Sulaeman yang mewakili tim penguji.

“Hari ini Pilkades serentak memasuki tahapan tes akademik untuk uji kompetensi bagi para balon kades. Jumlah pesertanya 1.299 orang balon kades yang telah lulus seleksi berkas administrasi,” kata Kepala DPMD, Thendy Hendrayana.

Berita terkait….

Balon Kades Ikuti Uji Kompetensi di Empat Lokasi

Seperti diberitakan sebelumnya, tes tertulis diselenggarakan di empat lokasi yaitu dua tempat untuk zona selatan dan dua tempat untuk zona utara. Zona selatan diselenggarakan di MAN 2 Sukabumi Palabuhanratu dan SMAN 1 Sagaranten, sedangkan untuk zona utara digelar di STISIP Widyapuri Mandiri dan Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI).

“Soal-soalnya dibuat oleh tim penguji dari perguruan tinggi. Materi soal seputar  tugas dan keseharian pemerintahan desa. Kami mengharapkan uji ini dapat menghasilkan para calon kepala desa yang berkompeten,” ujar dia.

Setelah menempuh tes tertulis, para balon kades juga harus mengikuti tes wawancara dengan penguji dari perguruan tinggi. Dari dua uji itu, kata Thendy, akan lahir para calon kades yang memiliki wawasan seputar kepemerintahan desa,  visioner, dan memiliki kemampuan untuk menggali potensi di desa yang dipimpinnya. (*)  

Print Friendly, PDF & Email