PLTU Uji Coba Alat Peringatan Dini Tsunami

oleh -
Di belakang kantor PLTU Palabuhanratu tampak sirine penanda tsunami yang menjulang tinggi agar suaranya dapat menjangkau kawasan pesisir di pinggir Teluk Palabuhanratu.

Wartawan M. Ridwan

PLTU Jabar 2 Palabuhanratu mulai mensosialisasikan dan uji coba alat pendeteksi dini tsunami untuk membantu warga sekitar terhindar dari risiko bencana. Dengan alat berupa sirine berfrekuensi tinggi tersebut, PLTU dapat menyebarkan ancaman tsunami yang datang dari arah Teluk Palabuhanratu.

banner 970x90

“Alat ini berguna untuk memberikan informasi sejak dini kepada masyarakat tentang ancaman dan akan adanya tsunami,” kata salah staf PLTU Jabar 2 Palabuhanratu,  Asep Tresna ketika dihubungi wartawan, Jumat (13/9/2019).

Uji coba sirine penanda tsunami tersebut, ujar Asep, bertujuan untuk memperkenalkan kehadiran alat tersebut di lingkungan PLTU Palabuhanratu dan mengukur daya jangkau suaranya.

“Kami ingin mengetahui jangkauan bunyi sirine yang diuji coba. Dengan adanya uji coba ini, kami ingin menyampaikan kehadiran alat penanda tsunami kepada masyarakat yang tinggal di sekitar PLTU,” jelas dia.

Berdasarkan hasil uji coba, jangkaua sisrine tersebut mencapai 2 kilometer dari titik tiang sirine. Pihaknya, tutur Asep, akan segera memperbaiki alat tersebut agar daya jangkaunya bisa berlipat-lipat dari jangkauan terpasang. Idealnya alat ini dapat menjabgkau seluruh kawasan yang terletak di pinggir pantai Teluk Palabuhanratu.

Sosialisasi dan uji coba alat penanda tsunami dilangsungkan di lingkungan PLTU Palabuhanratu, Kamis (12/9/2019). Pada sosialisasi itu tampak hadir unsur pemerintahan dari Kantor Kecamatan Palabuhanratu, Kantor Kelurahan Palabuhanratu, Kantor Kecamatan Simpenan, serta pemerintahan desa dari Desa Cidadap,  Desa Loji, Desa Jayanti, Desa Citarik, tokoh masyarakat, dan Karang Taruna.

“Ke depannya kami akan memasang alat  untuk  mendeteksi gerakan pasang naik dan pasang surut air laut. Alat ini dapat memberikan sinyal tsunami ketika terjadi pasang surut laut yang tidak wajar akibat gempa bumi,” jelas Asep.

Program penanggulangan bencana oleh PLTU Palabuhanratu, lanjut dia, juga dikaitkan dengan program desa siaga yang salah satu kegiatannya simulasi evakuasi dan mencegah risiko bencana.

“Kami berharap kepada  peserta sosialisasi agar memberitahukan hasil dari sosialisasi kepada masyarakat luas. Sampaikan kepada masyarakat, jika ada gempa yang disusul dengan bunyi sirine dari tempat kami, itu pertanda akan terjadi tsunami. Masyarakat harus segera pergi ke perbukitan yang aman,” ujar Asep. (*)

Print Friendly, PDF & Email