KBM Tatap Muka Diundur, Siswa Masih Belajar di Rumah

oleh -
Gubernur Jawa Barat HM. Ridwan Kamil (kiri) bersama Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi ketika meninjau simulasi KBM tatap muka di SMAN 4 Kota Sukabumi beberapa waktu lalu.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan sistem tatap muka untuk siswa SMP/MTs dan SMA/SMK/MA di Kota Sukabumi dindur. Pemkot Sukabumi masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terkait pelaksanaan KBM tatap muka di sekolah.

banner 970x90

Rencananya, KBM tatap muka akan dimulai pada Senin (13/7/2020) setelah Kota Sukabumi dinyatakan berstatus zona hijau. Tahap pertama untuk siswa SMP dan SMA sederajat. Beberapa sekolah sudah mempersiapkan berbagai sarana untuk melaksanakan protokol kesehatan. Namun sampai akhir pekan lalu, Pemkot Sukabumi belum menerima juknis dari Jakarta.

“Bukan  dibatalkan, melainkan KBM secara tatap muka diundur. Kami masih menunggu petunjuk dari pusat,” kata Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi di Balai Kota Sukabumi, Senin (13/7/2020).

Selain itu, kondisi wabah Covid-19 di Kota Sukabumi belum benar-benar aman bagi masyarakat walaupun berstatus zona hijau. Selama pekan lalu masih terjadi kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

“Dalam melaksanakan KBM secara tatap muka, kami harus mensinkronkan beberapa indikator antara Pemkot Sukabumi, provinsi, dan Kemendikbud,” ujar Fahmi. 

Sebelumnya, ujar dia, sekolah harus mengajukan permohonan untuk melaksanakan KBM tatap muka. Untuk SMA dan SMK, pengajuan melalui Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah V, SMP melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, serta untuk MA dan MTs melalui Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sukabumi.

“Nantinya KCD, Disdikbud, dan Kemenag melakukan verifikasi untuk melihat kelayakan sekolah melaksanakan KBM tatap muka. Setelah itu instansi terkait mengajukan permohonan izin kepada Gugus Tugas Covid-19 Kota Sukabumi untuk penyelenggaraan KBM secara tatap muka. Setelah menerima surat, Gugus Tugas Covid-19 akan melakukan verifikasi ke sekolah. Jadi ada dua tahap verifikasi,” jelas wali kota. 

Fahmi juga mengimbau para kepala sekolah tidak melaksanakan KBM tatap muka jika tidak mendapatkan izin dari orang tua siswa. Untuk mencegah penyebaran Covid-19, sekolah tidak boleh memaksakan siswa harus ikut KBM tatap muka.

“Kalau ada orang tua siswa yang keberatan anaknya ikut KBM tatap muka jangan dipaksa. Izin orang tua juga diperhatikan pihak sekolah,” tegasnya. (*)  

Print Friendly, PDF & Email