PSBB Jabar Diperpanjang, 10 Daerah Masih Zona Kuning

oleh -
Gubernur Jabar, HM. Ridwan Kamil bersama jajaran Muspida Provinsi Jabar ketika mengumumkan perpanjangan PSBB. (Sumber: http://www.jabarprov.go.id)

Wartawan Nanang Setiana

Gubenur Jabar HM. Ridwan Kamil memperpanjang masa pemberlakuan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di wilayah Provinsi Jabar. Pertimbangannya, di seluruh Provinsi Jabar masih ada 10 daerah yang masuk zona kuning dalam penyebaran Covid-19.

banner 970x90

Kepastian perpanjangan PSBB itu disampaikan gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu di Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandar Dinata Kota Bandung, Jumat (12/6/2020). Saat menyampaikan pengumuman perpanjangan PSBB, gubernur didampingi Muspida Provinsi Jabar antara lain Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Sufahriady dan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto.

Pemberlakuan PSBB itu diterapkan secara proporsional yakni untuk wilayah Bodebek (Bogor, Depok, Bekasi) sampai dengan 2 Juli 2020, sedangkan untuk daerah-daerah di luar Bodebek berlaku hingga 26 Juni 2020.

“Hasil evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar menunjukkan, terdapat 10 daerah berada di Zona Kuning atau level 3) dan 17 daerah berada di Zona Biru atau level 2,” kata gubernur ketika mengumumkan perpanjangan PSBB. 

Daerah-daerah yang sudah berstatus zona kuning terdiri dari Kabupaten Bekasi, Kabupten Bogor, Garut, Indramayu, Karawang, Kabupaten Sukabumi, Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kota Depok.

Sementara 17 daerah di sudah masuk zona biru terdiri dari Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Ciamis, Cianjur, Kabupaten Cirebon, Kuningan, Majalengka, Pangandaran, Purwakarta, Subang, Sumedang, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Banjar, Kota Cimahi, Kota Cirebon, Kta Sukabumi, dan Kota Tasikmalaya.  

Jadi Kabupaten Sukabumi zona kuning sedangkan Kota Sukabumi masuk zona biru. Saat ini, kata gubernur, indeks kasus Covid-19 terkonfirmasi Jabar mencapai poin 51. Artinya, setiap 1 juta populasi penduduk Jabar sebanyak 51 orang terkonfirmasi kasus positif Covid-19.

Sementara untuk angka reproduksi Covid-19 di Jabar, perkembangannya terkendali yang selalu berada di bawah 1. Angka tersebut sempat mencapai 0,68 dan 0,72, cukup bagus. Namun saat ini menjadi 0,82.

“Karena itu kami meminta para kepala daerah di Jawa barat untuk mengetatkan pengawasan. Ada kecenderungan angka reproduksi naik dan menuju lampu kuning,” kata Kang Emil.

Selama dua minggu berturut-turut, penambahan kasus positif Covid-19 di Jabar berada di kisaran 25 orang. Sebagian besar kasus positif itu terjadi di kawasan Bodebek dan Bandung Raya.

“Karena itu para kepala daerah di Bodebek dan Bandung Raya harus meningkatkan kewaspadaannya. Kami ingatkan, kasus Covid-19 berbanding lurus dengan kepadatan manusia,” tutur gubernur. (*)

Print Friendly, PDF & Email