Menjelang Pemberlakuan AKB, Satpol PP Lancarkan Patroli dari Pagi Hingga Malam

oleh -
Kepala Satpol PP Kota Sukabumi, Yadi Mulyadi bersama Dandim 0607 Kota Sukabumi, Letkol Inf. Danang Prasetyo Wibowo pada kegiatan patroli untuk sosialisasi protokol kesehatan.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Menjelang pemberlakuan masa AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru), Satpol PP Kota Sukabumi menggelar patroli berkelanjutan dari pagi, siang, sore, hingga malam hari. Bila diperlukan, jajaran penegak perda serta penjaga ketenteraman masyarakat dan ketertiban umum ini menggelar patroli dari malam hingga dini hari.

banner 970x90

Dihubungi wartawan, Sabtu (13/6/2020), Kepala Satpol PP Kota Sukabumi, Yadi Mulyadi mengatakan, jajarannya selalu berdiri paling depan sebagai garda dalam menjalankan kebijakan pimpinan daerah seperti halnya pada masa wabah ini dalam percepatan penanganan Covid-19.

“Kami terus menggelar patroli menjelang pelaksanaan AKB untuk mensosialisasikan new normal, termasuk penggunaan masker bagi masyarakat yang beraktivitas di luar rumah. Karena nanti pada masa AKB, masyarakat wajib memakai masker,” kata Yadi.

Sosialisasi dilakukan melalui mobil keliling atau langsung terjun ke tengah masyarakat sambil tetap mentaati aturan protokol kesehatan. Masyarakat, ujar Yadi, harus memahami aspek-aspek yang harus dipenuhi pada masa AKB. Karena itu, Satpol PP tidak henti-hentinya mensosialisasikan hal itu sebagai tahapan pra-AKB.

“Pada patroli siang kami juga wawar untuk menyampaikan imbauan kepada pemilik toko non kebutuhan pokok agar menutup tempat usahanya pada pukul empat sore,” tambahnya.

Satpol PP juga selalu berkoordinasi dengan instansi dan lembaga lain untuk mensukseskan sosialisasi AKB tersebut. Pada masa AKB, jam buka toko non-bahan pokok dibatasi dari pukul 09.00 sampai dengan pukul 15.30 WIB. Ketentuan ini merupakan bagian dari pelaksanaan protokol kesehatan.

“Kami juga akan menindak pengunjung yang tidak menggunakan masker saat berada di pusat keramaian. Mereka akan dicegat saat akan memasuki pusat perbelanjaan oleh kami dan petugas pengamanan di pusat perbelanjaan,” tutur Yadi.

Pada patroli malam, Satpol PP berkeliling kota untuk monitoring kegiatan cafe dan tempat penjualan kuliner. Menurut Yadi, sebagian besar pelaku usaha mentaati pembatasan jam operasional tersebut, walaupun mereka berkeluh kesah karena pendapatannya berkurang.

“Kami beri pengertian bahwa pemda sudah sangat bijaksana karena hanya membatasi jam operasional, tidak menutup operasional toko dan tempat usaha.  Untuk menegakkan aturan protokol kesehatan, kapasitas tempat usaha kuliner untuk makan di tempat dibatasi. Pelayanan harus diarahkan agar pelanggan membeli makanan untuk dibawa ke rumah,” jelasnya. (*)  

Print Friendly, PDF & Email