Tuntas, Penyaluran Cadangan Pangan ke Korban Bencana

oleh -

Wartawan YUS F. PURWASARI (PWI)

Penyaluran BCPP (Bantuan Cadangan Pangan Pemerintah) untuk korban bencana di Kota Sukabumi sudah tuntas dilaksanakan oleh DKP3 (Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan). Langkah DKP3 Kota Sukabumi itu sejalan dengan amanat Perwal (Peraturan Wali Kota) Sukabumi Nomor 12 Tahun 2012 tentang Penyaluran Bantuan Pangan kepada Masyarakat yang Mengalami Bencana Alam.

“Tujuan penyaluran bantuan pangan dari cadangan pemerintah ini untuk mengatasi kerawanan pangan yang dialami oleh masyarakat pasca bencana,” kata Kepala Seksi DCP (Distribusi dan Cadangan Pangan) DKP3 Kota Sukabumi, Ferry Nur Trisnawati, S.Pt., M.M. kepada wartawan, Rabu (13/3/2019).

Bantuan pangan tiba di tangan para korban, ujar Ferry, paling lama 14 hari kerja setelah bencana terjadi. Pada umumnya, kata dia, bantuan sudah tiba di rumah korban atau tempat penampungan mereka sebelum 14 hari dihitung sejak terjadinya bencana. Kalau laporan dan data korban bencana lebih cepat diterima DKP3, tuturnya, bantuan akan lebih cepat diterima para korban

“Hal ini tergantung kesigapan dan kecepatan aparat di lapangan dalam melaporkan kejadian bencana kepada DKP3 Kota Sukabumi,” jelas Ferry.

Bantuan pangan untuk korban bencana tersebut, lanjut dia, disalurkan DKP3 melalui kelurahan. Nantinya dari kantor kelurahan, BCPP akan disalurkan langsung ke warga yang ditimpa bencana.

“Mengenai banyaknya bantuan yang diterima para korban, perhitungannya berdasarkan beberapa faktor dan variabel. Patokannya adalah rata-rata tingkat konsumsi beras perhari yakni sekitar 300 gram perorang,” tuturnya.

Faktor atau variabel yang dijadikan dasar penentuan jumlah BCPP antara lain mata pencaharian, jenis rumah, dan tingkat kerusakan. Korban bencana yang rumahnya mengalami kerusakan berat tentu akan menerima BCPP yang lebih banyak dibandingkan korban yang rumahnya mengalami kerusakan sedang atau ringan. 

Total BCPP yang sudah disalurkan oleh DKP3 Kota Sukabumi kepada para korban bencana sejak bulan Januari 2019 sudah mencapai lebih kurang 6 ton. Jumlah pangan yang disalurkan tersebut sesuai dengan indikator perhitungan berdasarkan kondisi nyata yang dialami para korban bencana.

“Sebelumnya penyaluran BCPP berdasarkan perkiraan. Kadang-kadang perhitungannya tidak akurat atau kurang sesuai dengan kondisi para korban,” ujarnya. 

Ferry mengharapkan BCPP ini tidak hanya disalurkan kepada masyarakat yang mengalami bencana, tapi juga untuk kelompok masyarakat lainnya yang sangat membutuhkan bantuan pangan. Masyarakat yang membutuhkan bantuan pangan antara lain warga yang mengalami gizi buruk dan kerawanan pangan akibat gejolak harga.

“Terkait dengan itu, kami berencana akan mengajukan perubahan peraturan wali kota pada tahun 2020 untuk memperluas cakupan penerima banguan pangan,” jelas Kepala Seksi DCP. (*)

Print Friendly, PDF & Email