STTI Farmasi Gelar Sosialisasi Obat-obatan di Desa Seuseupan

oleh -
Di tengah rehat kegiatan sosialisasi obat-obatan dan pengobatan gratis di Desa Seuseupan, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi tampak Hari Mukti (Ketua BEM STTI dan Farmasi, ke-4 dari kiri), Lanlan Iskandar (Tata Usaha Desa Seuseupan, ke-5 dari kiri), Bripka Tep Hendi (Bhabinkamtibmas), dan Serka Sugiman (Babinsa).

Wartawan Usep Mulyana

Puluhan mahasiswa dan dosen Sekolah Tinggi Teknologi Industri (STTI) dan Farmasi Bogor menggelar sosialisasi cara memperlakukan obat-obatan di Desa Seuseupan, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (12/10/2019). Pada acara itu, civitas akademika STTI dan Farmasi Bogor juga menyelenggarakan kegiatan sosial pengobatan gratis.

banner 970x90

Di tempat kegiatan tampak 5 dosen pendamping dan 60 mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan sosialisasi obat-obatan dan pengobatan gratis.  Mereka juga menyampaikan penyuluhan seputar pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan lingkungan.

Ketua BEM STTI dan Farmasi Bogor, Hari Mukti mengatakan, tujuan kunjungan ke Desa Seuseupan untuk mengedukasi warga tentang tata cara menggunakan dan menyimpan obat-obatan yang masih terpakai dan yang sudah kedaluwarsa.

“Masyarakat harus mengetahui cara memperlakukan obat-obatan yang masih layak konsumsi dan yang habis masa berlakunya,” kata Hari di tengah kegiatan pengobatan gratis.  

Kepada warga, narasumber dari STTI dan Farmasi menjelaskan, obat-obatan yang masih berlaku harus disimpan di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak serta tidak terkena sinar matahari secara langsung.  Sementara obat yang sudah expired harus dibuang atau dimusnahkan dengan cara dilarutkan ke dalam air lalu dibuang ke saluran air atau dibakar. Kemasannya juga harus dimusnahkan.

Kepala Desa Seuseupan Endang Odon Maulana mengatakan, kegiatan sosial yang digelar STTI dan Farmasi itu berguna untuk  mendeteksi sejak dini kadar kesehatan warganya. Kegiatan seperti sangat langka, karena itu warga Desa Seuseupan memanfatkannya dengan sebaik-baiknya.  

“Masyarakat juga diberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga keselamatan lingkungan,” ujar Endang.  

Untuk mendukung upaya meningkatkan kesehatan warga, Pemdes Seuseupan siap membantu dengan ambulans yang bersiaga 24 jam untuk mengantarkan warga yang membutuhkan penanganan di fasilitas kesehatan.

Ditemui di tempat kegiatan sosialisasi, Bhabinkamtibmas Desa Seuseupan, Bripka Tep Hendi menilai, sosialisasi tersebut sangat penting untuk membangkitkan kesadaran warga dalam menjaga kesehatan lingkungan yang dimulai dari tempat tinggal masing-masing, 

“Hal yang paling penting adalah mengolah limbah rumah tangga. Mulai sekarang, setiap rumah harus menyediakan dua tempat sampah, satu untuk sampah organik dan satu lagi untuk sampah anorganik,” kata Tep Hendi.

Penyuluhan lingkungan oleh STTI dan Farmasi itu sejalan dinamika masyarakat Desa Seuseupan yang mana salah satu kelompok warganya membentuk komunitas pemerhati lingkungan yang salah satu kegiatannya mengubah sampah plastik menjadi BBM. (*)

Print Friendly, PDF & Email