Partai Pendukung Wali Kota Walkout dari Rapat Pembentukan AKD

oleh -
Rapat paripurna DPRD Kota Sukabumi dengan agenda pembentukan AKD diwarnai aksi walkout oleh tiga fraksi yaitu Fraksi PKS, Fraksi Partai Demokrat, dan Fraksi PAN.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Dua partai pendukung pemerintah, PKS dan Partai Demokrat melakukan aksi walkout pada rapat paripurna DPRD Kota Sukabumi dengan agenda pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD), Jumat (11/10/2019) malam. Fraksi PKS dan Fraksi Partai Demokrat mengajukan alasan masing-masing dalam melancarkan aksi walkoutnya itu.

banner 970x90

Aksi kedua fraksi tersebut diikuti oleh parpol yang pada Pilkada 2018 lalu tidak mendukung pasangan Wali Kota Sukabumi dan Wakil Wali Kota Sukabumi terpilih yakni Fraksi PAN. Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Sukabumi, HM. Faisal Anwar Bagindo mengatakan, partainya akan mengikuti rapat paripurna pembentukan AKD jika semua fraksi telah mengajukan susunan anggotanya untuk AKD.

Namun, kendatipun ditinggalkan tiga fraksi tersebut, rapat peripurna tetap dilanjutkan yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Sukabumi, H. Kamal Suherman. Konsekuensi dari tindakan walkout itu, ketiga fraksi tidak mendapat jatah pimpinan di semua struktur AKD.

Mengapa PKS nekad menggelar aksi walkout? Ketua Fraksi Partai PKS DPRD Kota Sukabumi, Lukmansyah menjawab, pihaknya mempermasalahkan undangan yang disampaikan lewat WA Group. Menurut dia, informasi undangan yang disebar lewat WA tidak bisa dijadikan acuan untuk menghadiri rapat paripurna.

“Kami tidak mendapatkan undangan rapat paripurna pembentukan AKD. Jadi kami tidak bisa mengikuti agenda malam ini,” ujar Lukmansyah.

Sementara Ketua Fraksi Partai Demokrat, Henry Slamet menyatakan pihaknya belum siap untuk memberikan nama-nama anggota yang akan duduk di AKD. Karena urusan AKD ini teramat penting, kata Henry, nama-nama yang akan diajukan harus dikonsultasikan ke DPD Partai Demokrat Jabar.

“Kami akan memberikan jawaban secepatnya. Pasti disampaikan, hanya waktunya belum pasti, bisa  seminggu ataupun satu bulan,” jelas dia.

Adapun Faisal  Anwar menjelaskan, tindakan walkout yang dilakukannya semata-mata karena ingin menegakkan aturan. Karena ada dua fraksi yang belum mengajukan nama untuk AKD, Fraksi PAN menilai pembentukan AKD belum bisa dilakukan.

Seusai memimpin rapat paripurna, Ketua DPRD Kota Sukabumi Kamal Suherman mengatakan, dirinya tidak mau menunda-nunda pembentukan AKD. Sebenarnya, ujar dia, ketiga fraksi mempunyai kesempatan untuk berkonsultasi dengan fraksi-fraksi yang lain. Namun karena langsung walkout, ketiga fraksi kehilangan kesempatan tersebut. 

“Berdasarkan hasil rapat paripurna, pimpinan AKD telah ditetapkan. Jadi ketiga fraksi yang walkout hanya mendapatkan posisi anggota AKD,” tutur Kamal. (*)

Print Friendly, PDF & Email