Museum Prabu Siliwangi Buka Stand di Kota Tua

oleh -
Stand Museum Prabu Siliwangi pada pameran Hari Museum Nasional di Kota Tua, Jakarta ramai dikunjungi para peminat benda bersejarah, beberapa orang di antaranya dari luar negeri.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Museum Prabu Siliwangi Sukabumi membuka stand di pameran Hari Museum Indonesia di kawasan Kota Tua, Taman Fatahilah, Jakarta. Kehadiran museum yang berpusat di Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi  di Kota Tua itu atas undangan langsung dari Kemendikbud karena statusnya telah terdaftar dan mendapat akreditasi dari Museum Nasional. 

banner 970x90

“Alhamdulillah kami mendapat kehormatan kembali untuk membuka stand pada acara Hari Museum Indonesia untuk memamerkan benda-benda bersejarah dan menampilkan Boles juga Ngagotong Lisung,” kata Pengelola Museum Prabu Siliwangi, KHM. Fajar Laksana kepada wartawan, Sabtu (12/10/2019).

Benda-benda bersejarah yang merupakan koleksi Museum Prabu Siliwangi berada di tempat pameran selama tiga hari dari Jumat sampai dengan Minggu (13/10/2019). Sejak hari pertama, stand Museum Prabu Siliwangi ramai dikunjungi peminat benda-benda kuno dari kalangan WNI maupun WNA dari berbagai negara seperti Belanda dan Irak. Perhatian pengunjung tertuju pada senjata Kujang juga Arca Polinesia.

Jumlah peserta pameran di Jakarta tersebut mencapai 61 museum dari seluruh pelosok Indonesia. Museum Prabu Siliwangi menempati stand dengan nomor keramat yakni nomor 17. Fajar dan rekan-rekannya tampil di pameran sebagai wakil dari Asosiasi Museum Daerah Jawa Barat.

“Kami membawa beberapa koleksi ke Jakarta untuk jenis naskah kuno, arca batu, dan senjata pusaka,” jelas Fajar.

Sebelumnya Museum Prabu Siliwangi hadir pada pameran museum di Gedung Sate atas permintaan Gubernur Jawa Barat dan Festival Internasional di Banten. Museum ini juga sering kedatangan tamu dari mancanegara seperti Belgia dan Malaysia yang ingin mendalami koleksi benda-benda kuno.

“Dalam waktu dekat, kami akan kedatangan tamu dari Meksiko yang ingin belajar budaya Sunda,” tuturnya.

Koleksi benda-benda di Museum Prabu Siliwangi, kata Fajar, terus bertambah. Dari hari ke hari makin banyak pemilik benda kuno dan bersejarah  yang menitipkan koleksinya ke museum tersebut.  Pengelola dan pengurus Museum Prabu Siliwangi menjaga benda-benda tersebut dengan sepenuh hati dan hati-hati.

“Banyak yang menitipkan benda-benda bersejarah kepada kami. Mungkin bagi masyarakat benda-benda tersebut tidak ada manfaatnya jika disimpan di rumah. Kalau dititipkan di museum, benda-benda kuno tersebut bisa menjadi bahan penelitian dan edukasi,” ujarnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email