Ditinggal Pemilik, Rumah di Citaraje Habis Dimakan Api

oleh -
Para petugas dan jajaran Babinsa Desa Sirnasari, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi hanya bisa menyaksikan api yang semakin besar membakar rumah Daneng di Kampung Citaraje sambil menunggu mobil pemadam kebakaran.

Wartawan Dicky Sopyan

Satu unit rumah di Kampung Citaraje RT 03 RW 03 Desa Sirnasari, Kecamatan  Surade, Kabupaten Sukabumi terbakar ketika ditinggal pemiliknya, Jumat (11/10/2019) sekitar pukul 20.15 WIB. Akibat kebakaran itu, pemilik rumah Daneng (50) dan keluarganya mengalami kerugian sekitar Rp220 juta atas rumah dan harta bendanya yang tidak habis oleh kobaran api.

banner 970x90

Amukan api tersebut membuat warga panik dan kalang kabut. Para tetangga yang rumahnya berdempetan dengan rumah Daneng berhamburan ke luar rumah. Mereka berteriak-teriak saling bersahutan disertai rasa bingung dan khawatir, api akan menyambar rumah yang bersebelahan dengan rumah korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di tempat kebakaran, api mulai muncul di bagian atap. Dalam hitungan menit api sudah membesar dan menguasai seluruh bagian atas rumah. Warga sekitar berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun usaha mereka sia-sia karena api semakin membesar dan melingkupi seluruh bagian rumah.

Beberapa warga mengambil inisitiaf mengontak pemerintah desa dan unsur Babinsa serta Bhabinkamtimbmas. Mereka juga menghubungi kantor jaga Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Kecamatan Surade. Sekitar pukul 20.45 WIB dua unit kendaraan Damkar dari kantor jaga Surade dan Jampangkulon tiba di lokasi kebakaran.

Para petugas langsung beraksi dibantu warga untuk memadamkan api. Kira-kira pukul 22.15, petugas Damkar berhasil memadamkan api sehingga tidak sampai merembet ke rumah yang lainnya. Namun rumah milik Daneng telah menjadi arang dan puing-puing bercampur jelaga, termasuk harta benda yang ada di dalamnya.

Para tetangga dan saksi mata menduga, penyebab timbulnya api adalah hubungan pendek arus litrik. Salah satu indikasinya api muncul dari bagian atap, tempat kabel listrik bersilangan dan bersambungan.

“Mungkin penyebab munculnya api yang membakar rumah Pak Daneng adalah konsleting listrik,” kata Ucup (40), warga Citaraje yang rumahnya berdekatan dengan rumah yang terbakar.

Ucup bukan petugas resmi yang keterangannya dapat dijadikan patokan sebagai sumber informasi tentang penyebab kebakaran. Dia hanya mendengar selintas, tidak mendetail. Ucup juga tidak bisa menunjukkan titik  yang menjadi pemicu api. Namun dia menyaksikan kepulan asap dan api pertama kali datang dari atas, bukan bagian tengah atau bawah rumah. Tidak juga dari dapur. 

Rumah yang terbakar berukuran 12 x 8 meterpersegi, merupakan satu blok yang ditempati dua kepala keluarga. Satu kepala keluarga lagi yang menempati rumah tersebut adalah Asep (30) yang tidak lain putra dari Daneng. Setelah musibah kebakaran itu, Daneng dan Asep serta keluarganya tinggal sementara di rumah kerabatnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email