Wakil Wali Kota Resmikan Pelatihan UMKM Alfamart

oleh -
Para peserta pelatihan UMKM mitra Alfamart mendapat ucapan selamat dari Wakil Wali Kota Sukabumi, H. Andri Setiawan Hamami pada peresmian pelatihan di Gedung Juang 45.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Wakil Wali Kota Sukabumi, H. Andri Setiawan Hamami membuka secara resmi kegiatan pelatihan manajemen ritel modern bagi kalangan pelaku usaha mikro,  kecil dan menengah (UMKM) yang diselenggarakan oleh Alfamart di Gedung Juang 45, Kamis (12/4/2019).

Pada kesempatan itu, wakil wali kota menyatakan, Pemkot Sukabumi terus berupaya untuk memfasilitasi berbagai pola kemitraan dan kerja sama UMKM dengan pengusaha menengah atas.

“Hal ini penting untuk  mempercepat pertumbuhan ekonomi di Kota Sukabumi. Pemkot bersama pelaku usaha selalu bersinergitas dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekaligus peningkatan daya saing UMKM di berbagai sektor,” kata Andri.

Di tempat peresmian pelatihan tampak hadir Kepala Diskop UKM-PP (Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian) Kota Sukabumi, Ayep Supriatna dan Corporate Communication Alfamart Wilayah Sukabumi-Cianjur,  Iwan Kurniawan.

Kerja sama dengan pihak Alfamart, lanjut Andri, telah terbukti memberikan dampak positif bagi pertumbuhan dan kemajuan pedagang kecil ataupun warung-warung tradisional.  Alfamart  memberikan kesempatan kepada para pedagang kecil untuk membuka usahanya di halaman toko ritel tersebut.

Andri berharap kepada para peserta pelatihan dapat menjalin kemitraan yang saling menguntungkan dengan pihak Alfamart. Pola kemitraan untuk mengembangkan pemasaran, kata dia, hendaknya terus dikembangkan oleh setiap pelaku usaha.

“Saya menyambut baik pelatihan ini karena dapat dijadikan solusi untuk memperkuat perekonomian masyarakat. Sinergitas antara Alfamart dan warung-warung tradisional mendatangkan banyak keuntungan yang bisa dirasakan masyarakat secara langsung,” ujar wakil wali kota.

Sementara itu Corporate Communication Alfamart Wilayah Sukabumi-Cianjur,  Iwan Kurniawan mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan untuk berbagi ilmu ritel modern yang bisa diterapkan oleh para pemilik warung atau toko tradisional. Pelatihan itu merupakan salah satu program CSR Alfamart dengan fokus  pemberdayaan UMKM.

“Para pelaku usaha bisa kita bina dari mulai nol sampai bisa sukses. Kami mempunyai program toko modal dan toko dres-up atau percantik penampilan. Potensi warung tradisional masih bisa terus digali,  makanya Alfamart mencoba berbagi pengetahuan,” kata Iwan.

Materi pelatihan yang diberikan, lanjut dia,  antara lain tata display barang dagangan agar lebih menarik perhatian pembeli serta tata kelola administrasi keuangan yang baik. 

Alfamart, ujarnya, memiliki program OBA (Outlet Binaan Alfamart). Dari program OBA ini para pemilik warung bisa mendapatkan banyak kemudahan antara lain dapat membeli barang dengan harga khusus yang bisa menjualnya kembali dengan keuntungan yang wajar. Biaya ongkos kirim ditanggung Alfamart. Pedagang juga mendapatkan pelatihan berkala oleh MRO (Member Relation Alfamart).

“Kami mengharapkan para pemilik warung memiliki daya saing lebih tinggi. Alfamart berkomitmen untuk berjalan secara beriringan dan saling memberikan manfaat dengan pola simbiosis mutualisme dengan para pemilik warung tradisional,” tambahnya. 

Kehadiran Alfamart bukan untuk menyingkirkan warung-warung kecil, lanjut Iwan, melainkan untuk membina dan menjalin sinergitas.  Kondisi ini telah berjalan cukup lama dan Alfamart telah memiliki 100 pedagang binaan di wilayah Kota Sukabumi. (*)

Print Friendly, PDF & Email