Kabid IKP: Kolaborasi Pentahelix Jadi Kunci Pembangunan

oleh -
Kepala Diskominfosan Kabupaten Sukabumi, R. Joni Bambang Sunyoto, S.H., M.M. (kiri) menerima plakat dari Ketua Umum Kowasi, Yudi Suyudi didampingi Sekjen Kowasi, Heri Setiawan setelah pembukaan diskusi publik Membangun Sukabumi Bersama Kowasi.

Wartawan AEP SAEPUDIN (Kowasi)

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfosan) Kabupaten Sukabumi, Herdy Somantri S.IP., M.Si. menyatakan, pembangunan tidak akan berjalan jika semua unsur tidak bersatu. Unsur-unsur yang dimaksudkan Herdy adalah pentahelix yang terdiri dari akademisi, bisnisman, communitiy, government, dan media atau disingkat ABGCM. 

banner 720x90

Kolaborasi pentahelix, ujar dia, merupakan kunci bagi suksesnya pembangunan. Dengan kata lain, kata birokrat multitalenta ini, hasil pembangunan akan  lebih maksimal dengan melibatkan AGBCM.

Pernyataan Herdy yang diakrab disapa Bima itu disampaikan pada diskusi publik Membangun Sukabumi Bersama Kowasi di hotel Prima Resort, Jalan Pondok Halimun Selabintana, Desa Perbawati,  Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Kamis (12/4/2019).

Bima tampil sebagai narasumber bersama Kepala Dinas Kominfo Kota Sukabumi, Drs. Gabriel M. Sukarman, M.Pd. dan anggota Dewan Pembina Kowasi (Komunitas Wartawan Sukabumi), Wawan Aries S. Diskusi publik dibuka oleh Kepala Diskominfosan Kabupaten Sukabumi, R. Joni Bambang Sunyoto, S.H., M.M.

“Kolaborasi pentahelix merupakan kunci sukses pembangunan, baik di daerah maupun tingkat nasional,” tandasnya.

Sementara permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia termasuk Sukabumi, kata dia, bukan semata-mata masalah ekonomi atau korupsi. Ada faktor utama yang memicu terjadinya ketimpangan ekonomi dan permasalahan di negeri ini yakni masalah nasionalisme.

banner 720x90

“Masalah utama di negeri ini salah satunya rasa nasionalime, rasa memiliki terhadap bangsa ini yang sudah pudar. Jika saja setiap orang mempunyai rasa memiliki yang tinggi maka semuanya akan bergerak untuk membangun negeri ini secara bersama-sama. Berbekal nasionalisme, semua orang akan melakukan upaya bersama untuk menjaga NKRI serta menjaga keutuhan bangsa,” jelasnya.

Terkait dengan isu hoax, Bima meminta masyarakat tidak langsung menyebarkan berita atau informasi yang diterimanya sebelum menganalisa faktanya.  Tabayyun, kata dia, merupakan  kunci utama dalam mencegah dan menanggulangi hoax.

“Sebaiknya kita mensaring dulu sebelum sharing. Jika ragu akan kebenaran informasi yang diterima, kita tidak perlu menyebarkannya apalagi membesar-besarkannya,” ujarnya. 

Sementara itu Ketua Umum Kowasi Yudi Suyudi menjelaskan,  kegiatan yang dilaksanakannya itu digelar dalam rangka mengedukasi dan meningkatkan kualitas sumber daya wartawan yang bergabung di dalam Kowasi. Diskusi publik, kata dia, terselenggara berkat kerja sama dengan Pemkab Sukabumi yang dalam hal ini Diskominfosan. 

“Kegiatan ini sebagai bentuk dukungan kami kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam percepatan pembangunan. Karena distribusi informasi sangat penting sebagai sarana informasi publik, kami pun perlu menyiapkan sumber daya manusia yang handal untuk mengedukasi, menginspirasi, serta memotivasi masyarakat agar bergerak dan termotivasi dari hasil karya jurnalistik anggota kami,” ujar Yudi. 

Walaupun sedang sakit, Yudi tetap semangat mengikuti dan mengatur kegiatan sampai tuntas. Organisasi yang dipimpinnya, lanjut dia, akan mendukung pembangunan yang dilaksanakan Pemda Kabupaten Sukabumi di segala bidang. Dia mengharapkan sinergitas Kowasi dengan Pemkab Sukabumi bisa terus berjalan dengan baik. (*)

Print Friendly, PDF & Email