Pengembang Diminta Penuhi Komitmen, Pasar Pelita Harus Selesai Akhir 2019

oleh -
Pembangunan Pasar Pelita Kota Sukabumi masih berproses untuk mencapai target selesai pada akhir tahun 2019. Pembangunan pasar ini masih terkendala oleh terbatasnya akses ke proyek karena semua ruas jalan tertutup oleh PKL dan kegiatan perdagangan di bahu jalan.

Wartawan YUS F. PURWASARI (PWI)

Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi mendesak pengembang Pasar Pelita, PT. Fortunindo Artha Perkasa (FAP) untuk memenuhi komitmen dalam menyelesaikan proyek terbesar di Kota Sukabumi tersebut. Bagaimanapun kondisinya, PT. FAP harus bisa menyelesaikan Pasar Pelita hingga siap pakai pada akhir tahun 2019.

“Kami meminta komitmen pengembang untuk segera melakukan percepatan-percepatan pembangunan Pasar Pelita. Karena akhir tahun ini harus sudah selesai sesuai target bersama,” kata Fahmi seusai mengikuti rapat paripurna DPRD Kota Sukabumi dalam rangka penetapan RPJMD 2018-2023, Senin (11/3/2019).

Pemkot Sukabumi, ujar wali kota, telah melakukan berbagai upaya dan mengambil langkah untuk mendukung PT. FAP dalam mempercepat pembangunan Pasar Pelita. Salah satunya mensterilkan kawasan pasar dari lapak-lapak milik pedagang yang selama ini menjadi salah satu penghambat proses pembangunan.

“Setelah kami mensterilkan kawasan proyek dari para pedagang, tinggal pengembang mempercepat pembangunan Pasar Pelita,” ujar Fahmi.

Berdasarkan laporan yang diterima wali kota, tingkat penyelesaian pembangunan Pasar Pelita sampai awal bulan Maret ini sudah mencapai 45 persen. Melihat perkembangan di lapangan, Fahmi optimis, pembangunan Pasar Pelita dapat diselesaikan tepat waktu sesuai dengan target.

Di tempat yang sama, Ketua DPRD Kota Sukabumi, Yunus Suhandi mengatakan,  beberapa waktu yang lalu Komisi II telah memanggil pihak pengembang dan Diskop UKM-PP Kota Sukabumi untuk didengar keterangannya terkait pembangunan Pasar Pelita. Pada rapat dengar pendapat itu, ujar Yunus, PT. FAP menyatakan kesiapan dalam membereskan pembangunan Pasar Pelita.

“Pengembang sudah menyatakan kesiapannya, termasuk kesiapan finansial. Tidak ada masalah. Walaupun masih terkendala oleh banyaknya PKL yang menghalangi akses masuk ke proyek pembangunan, pengembang tetap siap untuk menyelesaikan pembangunan sesuai target,” kata Yunus.

Selama ini, pengembang hanya memiliki satu akses masuk ke lokasi proyek untuk lalu lintas alat berat dan material bangunan. Akses dimaksud adalah dari arah timur melewati Jalan Stasiun. Itu pun akses ini akan tertutup dari pagi hingga siang hari karena ruas jalan dipenuhi para pedagang yang menggelar barangnya di bahu jalan.

“Kata pengembang, idealnya ada dua atau tiga akses ke proyek Pasar Pelita untuk mempercepat proses pembangunan,” tutur Yunus.  

Beberapa waktu lalu Diskop UKM-PP mengedarkan surat dari Sekda Kota Sukabumi kepada para pedagang perihal pemesanan kios di Pasar Pelita kepada PT. FAP. Dalam surat itu diterangkan, para pedagang lama akan mendapat harga khusus yang lebih ringan dibandingkan harga untuk para pedagang baru. (*)

Print Friendly, PDF & Email