Kadis Perkim Ajak Pemborong Samakan Persepsi

oleh -
Para peserta bimtek jasa konstruksi yang dilaksanakan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sukabumi dari kalangan penyedia jasa konstruksi dan pengawas bangunan.

Wartawan AEP SAEPUDIN (Kowasi)

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kadis Perkim) Kabupaten Sukabumi, Dedi Cardiman mengajak penyedia jasa konstruksi untuk menyamakan persepsi dalam melaksanakan UU Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi. Sebagai pihak yang melakukan belanja barang dan jasa, pemerintah harus menjamin tegaknya peraturan dan regulasi terkait pengadaan barang dan jasa.

“Kalau persepsi antara  pemerintah dan penyedia barang dan jasa sudah sama, insya Allah kegiatan pembangunan, termasuk di lingkungan Dinas Perkim yang didanai oleh APBD yang notabene uang rakyat dapat berjalan dengan baik,” kata Dedi ditemui di sela kegiatan bimbingan teknis (bimtek) jasa konstruksi yang diselenggarakan Dinas Perkim bertempat di Hotel Selabintana, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, Selasa (12/3/2019).

Ketika pembangunan bisa berjalan dengan baik, lanjut Dedi, infrastruktur yang dihasilkannya dapat memberikan manfaat yang optimal bagi rakyat dan sesuai dengan harapan semua kalangan.

UU 2/2017, ujar Dedi, merupakan rujukan dari seluruh kegiatan jasa konstruksi yang di dalamnya terdapat ketentuan tentang hak, kewajiban, dan sanksi yang dapat dijatuhkan kepada pelanggar aturan pengadaan barang dan jasa.

“Hari ini melalui bimtek, kita menyamakan persepsi tentang regulasi yang berlaku. Sebelumnya kami menggelar kegiatan seperti ini dengan peserta para pimpinan asosiasi jasa konstruksi dan anggotanya,” jelas Dedi.  

Kegiatan bimtek diikuti 45 pengusaha jasa kontruksi serta pengawas bangunan dan staf yang bertugas di Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi. Selain Dedi, di lokasi kegiatan tampak hadir Kabid  Pembangunan, H. Dadang Rusmana; Kabag Pengadaan Barang/Jasa Setda, Prasetyo; dan Deden dari Bagian Akuntabilitas Kinerja Organisasi Setda Kabupaten Sukabumi.  

“Dari bimtek ini diharapkan pelaksana dan pengawas pembangunan memiliki pemahaman yang sama tentang tugas dan kewajiban masing-masing. Selain itu bimtek ini dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia jasa konstruksi,” tutur Dedi. (*)

Print Friendly, PDF & Email