Tapa Umbara dan Pamanah Rasa Ikut ‘Ngariung’ di Sukabumi

oleh -
Tokoh budaya Sunda Ki Kumpay saat menyampaikan sambutan pada acara Riungan Rebo Nyunda Sukabumi.

Wartawan Awang Ruswandi

Sejumlah tokoh ternama dan nama-nama legendaris Teureuh Pajajaran ikut memeriahkan Riungan Rebo Nyunda di Grand Riung, Jalan Lingkar Selatan Kota Sukabumi, Rabu (12/2/2020) malam. Di antara hadirin yang turut ngariung tampak hadir Bah Tapa Umbara dan Ki Pamanah Rasa dari Bandung.

banner 720x90

Kedua dedengkot budaya Sunda itu jauh-jauh dari seberang Sungai Citarum datang ke Sukabumi untuk ngarojong dan ngareuah-reuah kegiatan Riungan Rebo Nyunda yang baru pertama diselenggarakan di Sukabumi. Bersama Bah Tapa dan Ki Pamanah hadir pula sejumlah nama besar di dunia persundaan.

Tampak antara lain Ki Kumpay didampingi Ki Padugala, Mang Agung, Mang Japra, Mang Bob, Ki Kalong Hideung, Bunda Inidia, dan Nyi Epon. Jumlah peserta pada acara riungan itu mencapai sekitar 100 orang. Semua hadirin mengenakan baju pangsi dan pakaian adat Sunda lainnya. Suasana pertemuan seperti kembali ke masa kejayaan Pajajaran.

“Pertemuan ini merupakan ajang silaturahmi Grup Rebo Nyunda Sukabumi. Grup ini memiliki tradisi yang ketat antara lain mengenakan baju adat Sunda setiap hari Rabu. Tujuan grup ini untuk melestarikan budaya dan kearifan lokal Sunda. Riungan ini merupakan yang pertama kalinya,” kata Ki Kumpay setelah mengikuti Riuangan Rebo Nyunda.

Sudah disepakati sebelumnya, ujar Ki Kumpay,  silaturahmi grup dilaksanakan setiap hari Rabu minggu kedua tiap bulannya. Dia mengajak anggota grup dan masyaralat di Kota Sukabumi dan Kabupaten Sukabumi untuk menunjukkan jati diri sebagai orang Sunda. Ki Kumpay juga mengajak masyarakat untuk bergabung ke dalam grupnya.

“Grup Rebo Nyunda bukan sebuah organisasi, melainkan  forum silaturahmi kasundaan,” kata aktivis yang sehari-hari menjabat Ketua DPC Pemuda Panca Marga (PPM) Kabupaten Sukabumi itu.

Anggota-anggota grup, jelas dia, berasal dari kalangan kasepuhan, tokoh adat, organisasi kasundaan, aktivis budaya, dan peminat budaya dan tradisi Sunda yang berdomisili di Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Sementara dalam pidatonya, Ki Pamana Rasa mengharapkan Grup Rebo Nyunda terus berkembang. Bila memungkinkan, pertemuan rutinnya dapat ditingatkan dari sebulan sekali menjadi dua bulan sekali, kata Ki Pamanah. (*)  

Print Friendly, PDF & Email