Penyerahan Fasos Fasum Perumahan Stagnan

oleh -
Perumahan Puri Cibeureum Permai 1 termasuk satu dari tiga perumahan yang telah menyerahkan fasos fasum kepada Pemkot Sukabumi. Sementara puluhan perumahan lainnya tidak juga menyerahkan fasos fasum karena malas atau habis modal.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Proses penyerahan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) perumahan di Kota Sukabumi berjalan stagnan atau jalan di tempat. Sejak zaman dulu, dari 68 perumahan yang ada di Kota Sukabumi, baru tiga perumahan yang telah menyerahkan fasos fasum kepada Pemkot Sukabumi. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Petanahan (DPUPRPKPP) Kota Sukabumi, Asep Irawan saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (11/11/2019) menerangkan, proses serah terima fasos fasum perumahan itu tidak mudah.

“Ada proses administrasi yang harus ditempuh oleh pihak pengembang. Harus hati-hati karena ini menyangkut aset internal pengembang. Jadi pengembang harus menyelesaikan dahulu sertifikat tanah dengan BPN sebelum diserahkan kepada pemda,” kata Asep.

Adapun tiga perumahan yang sudah menyerahkan aset fasos fasum kepada Pemkot Sukabumi yaitu Puri Cibeureum Permai I, Perum Baros, dan Perum Prana.

Sebenarnya, kata Asep, jika pengembang tidak sanggup melanjutkan pembangunan atau proses serah terima fasos dan fasum kepada pemda, pemiliknya bisa  mengajukan surat keterangan tidak mampu. Nantinya  penyerahan aset bisa diambil oleh RT atau RW setempat.

Kekurangan dana untuk pembangunan fasos dan fasum akan ditanggung oleh Kementerian PUPR. Selanjutnya pemeliharaan dan perawatan infrastruktur di perumahan tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

“Ada tiga kriteria developer yaitu pengembang dengan kondisi normal artinya masih bertanggung jawab, kedua developer yang tidak mempunyai kemampuan menyediakan fasos fasum, dan ketiga developer yang sama sekali tidak aktif. Untuk kategori yang terakhir, mekanisme dengan RT atau RW setempat,” ujar Asep.

Salah satu perumahan yang ditelatarkan pengembangnya adalah Perum Nirwana Graha (PNG) di Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi. Sudah 12 tahun pengembang PNG belum memberikan kepastian tentang serah terima fasos dan fasum di perumahan tersebut.

“Kami tidak bisa mendapat dana pembangunan dari pemda karena fasos fasum belum diserahterimakan. Bulan lalu kami harus berpatungan untuk memperbaiki jalan di perumahan kami,” kata H. Sultan Tato, salah seorang penghuni PNG.

Entah sampai kapan, lanjut dia, nasib warga PNG akan digantung utamanya yang terkait dengan perbaikan infrastruktur. Sejak beberapa tahun yang lalu, developer PNG menghilang tak tentu rimbanya. (*)

Print Friendly, PDF & Email