Bupati Dorong BBRP Kobarkan Semangat Pahlawan

oleh -
Bupati Sukabumi meninjau stand yang memamerkan berbagai senjata tradisional pada acara Milangkala Sawindu BBRP di Cicurug.

Wartawan AEP SAEPUDIN 

Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami mendorong para Laskar Pajajaran yang tergabung di dalam Barisan Benteng Raya Pajajaran (BBRP) untuk terus mengobarkan nilai-nilai dan semangat kepahlawanan. Selain itu, bupati juga mengharapkan BBRP dapat mengikuti suri teladan dari perjuangan Nabi Muhammad SAW.

Harapan bupati itu disampaikan pada kegiatan Milangkala Sawindu atau ke-8 BBRP di Griya Benda Asri Jalan Bangkongreang, Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Minggu (10/11/2019).

Karena bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi dan Hari Pahlawan, Milangkala Sawindu BBRP itu mengambil tema “Dengan meneladani hari kelahiran Nabi Muhammad SAW dan Hari Pahlawan, Balad Pajajaran adalah ksatria Pajajaran,  Penegak Siliwangi, Pembela NKRI.”

“Semangat perjuangan dan yang paling utama dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, mudah-mudahan memotivasi BBRP untuk terus berjuang hingga menjadi organisasi yang besar,” kata bupati.

Marwan juga mengharapkan para Laskar Pajajaran BBRP bisa ikut membantu pemerintah dalam menjawab permasalahan-permasalahan sosial serta mejadi mitra terbaik dalam upaya mensejahterakan masyarakat.

Pada kegiatan itu, keluarga besar BBRP memberikan santunan kepada 250 anak yatim piatu yang diserahkan oleh bupati. Milangkala Sawindu BBRP diawali dengan penampilan seni budaya pencak silat dan atraksi seni lainnya.

Di tempat acara tampak hadir perwakilan BBRP se-Jawa Barat dan Banten. Dalam sambutannya Ketua Umum BBRP, Atmawirya menyampaikan kebanggaan atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Ke depan kita harus mengubah cara berpikir kita agar organisasi bisa lebih maju, tentunya dimodali dengan niat yang sungguh-sungguh,” ujar Atmawirya.

Menurutnya, pembentukan BBRP berangkat dari niat dan tujuan untuk menggalang dan meningkatkan silaturahmi, melestarikan dan mengembangkan budaya Sunda, serta melakukan amar maruf nahi munkar.

“Kita bukan untuk menjadi jagoan. Tentunya kita harus siap berbuat yang lebih baik lagi ke depannya,” tutur Atmawirya. (*) 

Print Friendly, PDF & Email