Oknum Ketua RT di Cidadap Manfaatkan Situasi dengan Minta Uang Persyaratan Pilkadus

oleh -
Ilustrasi pemberian uang secara tidak sah.

Wartawan Hamjah

Oknum Ketua RT diDesa Cidadap, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi berinisial Nr diduga telah memanfaatkan situasi pada Pemilihan Kepala Dusun (Pilkadus) dengan meminta sejumlah uang yang disebutnya sebagai persyaratan untuk pemilihan. Kepada orang tua perserta Pilkadus, Nr meminta uang sebesar Rp10 juta untuk persyaratan tersebut.

banner 970x90

 “Anak saya mengikuti seleksi dan menjadi peserta pemilihan kepala dusun. Saya didatangi ketua RT yang meminta persyaratan dalam bentuk uang,” kata Ikin ketika dihubungi wartawan, Sabtu (11/7/2020).

Anak Ikin bernama Adis merupakan salah satu peserta Pilkadus yang akhirnya terpilih. Namun terpilihnya Adis tidak ada hubungan dengan uang yang diminta oleh Nr. Karena faktanya Adis merupakan calon terbaik yang terpilih secara demokratis oleh para pemilik suara.

Nr dua kali mendatangi rumah Ikin untuk maksud yang sama yakni meminta uang persyaratan. Semuanya Nr minta Rp10 juta. Namun Ikin tidak bisa mengambulkan semua permintaan Nr. 

“Yang pertama, saya mengasih dia sebesar Rp6 juta. Pertama beliau datang sebelum seleksi,” jelas Ikin.

Karena berharap sekali anaknya mendapat pekerjaan, Ikin mau-mau saja menuruti permintaan Nr. Setelah itu untuk kedua kalinya, Nr datang lagi. Pada kedatangan kedua kalinya, Ikin menyerahkan uang sebesar Rp3 juta.

“Uangnya dapat pinjam dari tetangga. Jadi total uang yang saya serahkan mencapai Rp9 juta,” tutur Ikin.  

Di sisi lain, Adis sebagai pemenang dalam Pilkadus menyatakan dirinya tidak tahu-menahu adanya pemberian uang oleh ayahnya kepada Nr. Dia juga mengaku tidak mengetahui adanya pungutan uang seperti itu. 

“Saya hanya mengikuti aturan dari panitia dan tidak mendengar panitia meminta uang. Saya melihat panitianya jujur dan bekerja dengan benar,” ujar Adis.

Ketidaktahuan tentang permintaan uang untuk persyaratan seleksi kadus juga disampaikan Kepala Desa Cidadap, Asep Mulyadi atau akrab dipanggil Asep Akang. Dia merasa kaget ketika mendengar informasi adanya pungutan uang tersebut.  

“Saya tidak mungkin melakukan dan menyetujui pungutan kepada calon kadus. Hukumnya haram. Saya tidak mungkin memerintahkan melakukan pungutan seperti itu. Sekalipun ada orang datang memberikan uang terkait Pilkadus, pasti saya tolak,” kata Asep Akang.

Asep yang dikenal sebagai kades yang lempeng dan anti suap berjanji akan memanggil Nr untuk menanyakan uang yang diterima dari Ikin.

“Saya akan panggil RT tersebut untuk dimintai keterangannya,” kata dia.

Sementara di pihak lain, Nr menolak pernyataan bahwa dirinya telah menerima uang sebesar Rp9 juta. Dia menyebutkan, besar uang yang diterimanya dari Ikin hanya Rp3 juta. Itu bukan untuk persyaratan, melainkan untuk biaya operasional.  

“Hanya sebesar  3 juta perak yang saya terima. Itu pun untuk operasional saya dalam menggiring Adis menjadi kadus,” jawab Nr. (*)  

Print Friendly, PDF & Email