Pedagang Belum Penuhi Komitmen, Jalan Stasiun Tetap Macet

oleh -
Kemacetan lalu lintas di Jalan Stasiun Kota Sukabumi tetap tidak dapat diuraikan walaupun Dishub setemapt telah memberlakukan sistem satu arah dari pagi hingga tengah hari.

Wartawan YUS F. PURWASARI (PWI)

Berbagai cara dan jurus telah dilakukan Pemkot Sukabumi dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mengurai kesemrawutan dan kemacetan di Jalan Stasiun Kota Sukabumi. Salah satunya membuat kesepakatan dengan para pedagang agar mereka memberikan ruang bagi pengguna jalan untuk menjamin kelancaran arus lalu lintas.

“Sayangnya kesepakatan tersebut belum dijalankan. Sebagian pedagang masih berjualan di bahu jalan,” kata Kepala Dishub Kota Sukabumi, Abdul Rachman kepada wartawan, Senin (11/3/2019).

Akibat dari belum terlaksananya komitmen dengan para pedagang, lanjut Abdul, kemacetan di ruas Jalan Stasiun tidak dapat diatasi, walaupun Dishub telah memberlakukan sistem satu arah dari pagi hingga tengah hari di jalan tersebut. Dari semua permasalahan lalu lintas di Jalan Stasiun, kata dia, poin paling penting adalah terpakainya ruang jalan oleh kegiatan di luar urusan lalu lintas.

“Ketika diberlakukan sistem satu arah, ruang jalan bagi lalu lintas dari arah utara ke selatan jadi bertambah. Namun setelah ruang jalan bertambah, para pedagang bergeser lagi agak ke tengah. Jadinya tetap macet,” kata Abdul.

Berdasarkan pantauan di lapangan, faktor lain yang memicu kemacetan di Jalan Stasiun adalah adanya kegiatan ngetem di pertigaan sisi timur Stasiun Sukabumi. Beberapa angkot dari berbagai trayek menunggu penumpang di tengah jalan sehingga menyulitkan kendaraan lain yang akan lewat. Kegiatan ngetem juga terjadi di sepanjang jalan.

“Menyikapi permasalahan ini, kami telah menerima arahan dari pimpinan untuk terus meningkatkan kerja sama dan koordinasi dengan para pedagang, Satpol PP, dan jajaran Stasiun Sukabumi. Kerja sama ini penting terkait pengaturan sistem lalu lintas di Jalan Stasiun,” jelasnya.  

Dalam waktu dekat, Dishub akan memberlakukan rekayasa manajemen lalu dengan fokus pada upaya menghilangkan kegiatan para pedagang di badan jalan. Langkah lainnya penataan parkir di depan stasiun. 

“Program ini akan kami kawal dengan penugasan jajaran kami di lapangan. Kami akan menempatkan petugas yang stand by di lokasi tersebut,” jelas Abdul. (*)

Print Friendly, PDF & Email